Rabithah Alawiyah

Akhlak Para Salaf Ba’alawi : Tidak Ingin Dikenal


Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad berkata:

Para sadah keluarga Ba’aalwi dahulu menyukai khumul (menyembunyikan diri) dan tidak dikenal walaupun mereka memiliki sesuatu (ilmu, keutamaan, dan kewalian). Sedangkan mereka yang ada saat ini ingin tampil dan terkenal, tanpa memiliki apa-apa.

Dahulu sadah keluarga Ba’alawi tidak memiliki thariqah kecuali khumul. Bahkan Al-Faqih Al-Muqoddam, beliau membawa sendiri ikan dari pasar dan melewati beberapa kumpulan. Apabila beliau melewati mereka, beliau akan memberikannya kepada orang fakir pertama yang beliau temui.

Orang pertama yang digelari ‘Syekh’ (tokoh yang dituakan) dari sadah Keluarga Ba’alawi adalah guru kita Syekh Abdullah Ba’Alwi. Beliau marah jika ada yang memanggilnya ‘Syekh’ dan berkata: “Yang lebih layak dipanggil Syekh adalah ayahmu.” Padahal beliau memang benar-benar Syekh (yang dituakan) secara hakiki, sebab beliau adalah tokoh yang dituakan dalam ilmu, nasab, maupun usia. (Demikian dikutip dari Tatsbitul Fuad min Kalam Imam Haddad juz 1 hal 227-228)