Rabithah Alawiyah

Amalan Suami-Istri Pada Malam Pertama

Rasulullah ﷺ bersabda:

Apabila kalian baru mendapatkan istri atau pelayan atau kendaraan hendaknya kalian membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ ‌خَيْرِهَا، ‌وَخَيْرِ ‌مَا ‌جُبِلَتْ عَلَيْهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا جُبِلَتْ عَلَيْهِ

Ya Allah sungguh aku memohon pada-Mu kebaikannya dan kebaikan dari wataknya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan wataknya. (HR Ibnu Majah)

Dalam riwayat lain disebutkan, sebelum mendoakan ini peganglah ubun-ubunnya, bacalah basmalah, dan doakanlah keberkahan baginya, lalu ucapkan doa tersebut.

Doa Saat Pertama Berjumpa

Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah didatangi seorang lelaki, lelaki itu berkata:

Aku menikahi seorang wanita, tapi aku takut ia membenciku.”

Sahabat Abdullah menjawab, “Keserasian berasal dari Allah, dan kebencian berasal dari setan untuk membuatnya tidak menyukai apa yang telah dihalalkan Allah. Maka ketoka istrimu  datang mintalah ia melakukan shalat dua rakaat di belakangmu, lalu berdoalah:

اللَّهُمَّ، ‌بَارِكْ ‌لِي ‌فِي ‌أَهْلِي، ‌وَبَارِكْ ‌لَهُمْ فِيَّ، وَارْزُقْنِي مِنْهُمْ، وَارْزُقْهُمْ مِنِّي، اللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ إِلَى خَيْرٍ، وَفَرّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ

Ya Allah, berkahilah aku dalam keluargaku dan berkahilah mereka di dalamku. Berilah aku anugerah melaluinya. Ya Allah kumpulkanlah kami berdua selama Engkau kumpulkan dalam kebaikan dan pisahkan antara kami berdua selama engkau pisahkan menuju kebaikan. (HR Thabrani)

Dan hendaknya ditambahkan shalawat setelah itu:

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Dan semoga Allah limpahkan kepada Sayidina Muhammad, serta kepada semua keluarga dan sahabat Beliau.

 Doa sebelum berhubungan

Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

Seandainya salah seorang kalian, ketika hendak mendatangi istrinya ia berdoa:

بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkan aku dari setan, dan jauukan setan dari apa yang engkau berikan kepadaku.

Maka apabila keduanya memiliki anak, setan tidak memiliki kuasa atasnya dan tidak pula dapat membahayakannya. (HR Bukhari Muslim)

Nasihat Seorang Ibu Kepada Putrinya

Diriwayatkan bahwa Asma binti Kharijah Al-Fazariy berpesan kepada putrinya ketika menikah:

“Engkau kini keluar dari sangkar yang engkau tumbuh di dalamnya menuju mahligai yang tidak engkau kenal serta pasangan yang asing bagimu, maka:

  • Jadilah engkau bumi baginya, maka ia akan menjadi langit bagimu.
  • Jadilah tanah yang lapang, maka ia akan menjadi tiang yang selalu menyanggamu.
  • Jadilah bagaikan sahaya wanita baginya, maka ia akan menjadi bagaikan budak lelakimu.
  • Jangan memaksanya agar ia tidak marah padamu.
  • Jangan menjauhinya agar ia tidak melupakanmu.
  • Jika ia mendekatimu, dekatilah ia.
  • Jika ia menjauh untuk menyendiri, menjauhlan darinya.
  • Jagalah hidung, pendengaran, serta penglihatannya, jangan ia mencium kecuali aroma yang wangi saja, jangan ia mendengar kecuali yang baik saja, dan jangan ia melihat kecuali yang indah saja.”

Diterjemahkan dengan sedikit perubahan dari kitab Mukhul Ibadah Liahlis Suluk Wal Iradah, karya Al-Habib Abdullah bin Musthafar bin Hasan Alaydrus. RA(*)