Rabithah Alawiyah

Apakah Jawaban Istikharah Yang Terbaik?

Pertanyaan:

Ustadz, saya mau tanya. Saya sudah shalat Istikhoroh. Apakah hasil dari istikhoroh saya itu memang yang terbaik?

Jawaban:

Menurut pengertian bahasa, istikhoroh berarti mencari pilihan yang paling baik. Dalam istilah Islam, istikhoroh adalah upaya untuk mendapatkan petunjuk dari Alloh ﷻ agar diberi pilihan yang terbaik.

Dalam hadits dinyatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا. رواه البخاري

“Rasulullah mengajarkan kepada kami untuk melakukan istikhoroh dalam (menentukan) segala hal .” (HR. Bukhari).

Salah satu cara untuk mendapatkan petunjuk adalah dengan melakukan shalat istikhoroh. Shalat istikhoroh hukumnya sunnah. Setelah shalat istikhoroh, kita dianjurkan tidur dalam keadaan suci dari hadats dengan menghadap Kiblat. Biasanya petunjuk akan diperoleh melalui mimpi. Menurut sebagian ulama, jika dalam mimpi terlihat warna putih atau hijau, itu pertanda baik. Tapi  jika terlihat warna hitam atau merah, maka itu pertanda buruk. Apa pun hasil dari istikhoroh, secara dhohir adalah pilihan yang terbaik yang ditunjukkan oleh Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda kepada Anas bin Malik RA:

يَا أَنَسُ إذَا هَمَمْت بِأَمْرٍ فَاسْتَخِرْ رَبَّك فِيهِ سَبْعَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ اُنْظُرْ إلَى الَّذِي يَسْبِقُ إلَى قَلْبِك فَإِنَّ الْخَيْرَ فِيه . رواه ابن السني

“Hai Anas, jika engkau berkeinginan akan satu hal, istikhorohlah (mintalah petunjuk) kepada Tuhanmu tujuh kali, kemudian perhatikan apa yang terlintas dalam hatimu, karena sesungguhnya kebaikan itu ada di dalamnya.” (HR. Ibnu Sunni).

Berdasar hadits di atas, Imam Al-Zamlakani As-Syafi’I berkata: “Jika setelah istikhoroh dan telah memperoleh petunjuk baik, maka kerjakanlah sesuai dengan petunjuk yang diperoleh, baik hatinya sudah lapang atau masih belum lapang, sebab dalam hadits di atas Rasulullah ﷺ menyatakan “di situ ada kebaikan.” Dalam hadits di atas Rasulullah tidak mensyaratkan hatinya harus lapang.

Lihat: Hasyiyah Roddul Mukhtar, juz 2, hlmn. 27, Hasyiyah Al-Jamal, juz, 1, hlmn. 492.