Rabithah Alawiyah

Hukum Berkurban Untuk Yang Sudah Meninggal


Berkurban untuk orang yang sudah meninggal hukumnya boleh jika sebelum meninggal mayit berwasiat agar berkurban untuk dirinya. Diriwayatkan dari Imam Abu Daud dan Imam Bayhaqi bahwa Sayyidina Ali karramallahu wajhah berkurban dua kambing untuk dirinya, dan dua kambing untuk Rasulullah ﷺ, lalu beliau berkata: “Rasulullah memerintahkan aku agar berkurban untuk beliau, maka aku berkurban untuk beliau seterusnya.”

Namun menurut pendapat sebagian ulama, meski tidak berwasiat hukumnya juga boleh, karena disamakan dengan bersedekah untuk mayit. Apabila berkurban untuk mayit, maka semua dagingnya harus dibagikan kepada fakir miskin. Orang yang berkurban untuknya tidak boleh makan sedikit pun.

Lihat: Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, juz 4, hlm. 383. Hasyiyah As-Syirwani, juz 9, hlm. 368. Hasyiyah Qulyubi, juz 4, hlm. 256. Mughnil Muhtaj, juz 4, hlm. 137. Nihayatul Muhtaj, juz 8, hlm. 144.