Rabithah Alawiyah

Mengatasi Waswas

Imam Ibnu Hajar al-Haitami pernah ditanya mengenai cara mengatasi penyakit waswas. Beliau berkata: “Obat yang paling berguna untuk menghilangkan waswas adalah berpaling dari perasaan waswas itu, meski pun di dalam hati masih ada perasaan waswas itu. Karena jika perasaan itu diabaikan, maka dalam waktu dekat ia akan menghilang seperti yang telah dibuktikan oleh beberapa orang yang telah mendapat petunjuk (sembuh dari waswas). Ada pun orang yang menuruti perasaan waswas itu, maka waswasnya tidak akan hilang dan akan terus bertambah sampai membawanya pada tingkah laku orang-orang yang gila bahkan lebih jelek, seperti bisa kita saksikan pada orang-orang yang terkena penyakit waswas.”

Imam ‘Izzuddin bin Abdussalam berkata: “Obat penyakit waswas adalah meyakini bahwa hal itu adalah dari setan. Dan sesungguhnya Iblis yang telah memasukkannya. Maka perangilah.” 

Rasulullah ﷺ bersabda:

إنَّ لِلْوُضُوءِ شَيْطَانًا يُقَالُ لَهُ : الْوَلْهَانُ

“Untuk wudlu ada setan (yang bertugas mengganggu) namanya adalah Walhan.”  HR.turmudzi.

Imam Ibnu Hajar menuturkan beberapa doa untuk menghilangkan waswas. Di antaranya diriwayatkan dari Ibnu Sinni dari jalur Aisyah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ بُلِيَ بِهَذَا الْوَسْوَاسِ فَلْيَقُلْ : آمَنَّا بِاَللَّهِ وَبِرُسُلِهِ ثَلَاثًا , فَإِنَّ ذَلِكَ يُذْهِبُهُ عَنْهُ

“Barangsiapa menderita penyakit waswas maka ucapkanlah: آمَنَّا بِاَللَّهِ وَبِرُسُلِهِ  tiga kali. Maka akan menghilangkannya.”

 

Dalam Hadits yang lain:

عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي الْعَلاَءِ ، أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ أَبِي الْعَاصِ أَتَىٰ النَّبِيَّ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللّهِ إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ حَالَ بَيْنِي وَبَيْنَ صَلاَتِي وَقِرَاءَتِي . يَلْبِسُهَا عَلَيَّ. فَقَالَ رَسُولُ اللّهِ : ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خِنْزَبٌ. فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللّهِ مِنْهُ. وَاتْفِلْ عَلَىٰ يَسَارِكَ ثَلاَثاً. قَالَ: فَفَعَلْتُ ذٰلِكَ فَأَذْهَبَهُ اللّهُ عَنِّي.

 

Diriwayatkan dari Sa’id Al-Jurayri dari Abi Al-‘Ala’ bahwa sesungguhnya Utsman bin abi Al-‘Ash mendatangi Rasulullah ﷺ. lalu berkata: “Wahai Rasululllah, sesungguhnya setan telah menghalang-halangi antara aku dan shalat serta bacaanku. Setan itu manggangguku.” Maka Rasulullah SAW bersabda: “Itu adalah setan, namanya Khinzab (sebagian ulama membaca Khanzab). Apabila kamu merasakannya, maka mohonlah perlindungan kepada Allah darinya, dan tiupkanlah ke arah kiri tiga kali.” Berkata Utsman: “Maka aku melakukannya dan Allah menghilangkannya dariku .” HR.Muslim.

Sebagian ulama berkata: “Barangsiapa mempunyai penyakit waswas, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari setan dan bacalah tiga kali doa:

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ شَيْطَانِ الْوَسْوَسَةِ خِنْزَبٍ/خَنْزَبٍ.

“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari setan waswas Khinzab.”

Imam Abu Al-hasan Al-Syadzili pernah mengajarkan amalan kepada para pengikutnya yang menderita penyakit waswas. Beliau berkata: “Barangsiapa merasa waswas, maka letakkan tangan kananya di atas dadanya, kemudian ucapkanlah tujuh kali :

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْخَلَّاقِ الْفَعَّالِ

Maha suci Allah Yang Maharasja, Mahasuci, Maha Pencipta, Dan Maha Melakukan apa yang dikehendaki

lalu bacalah ayat al-Qur’an:

إنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ وَمَا ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ

Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru. (QS Ibrahim : 19)

Lakukan itu sebelum Takbir shalat.

Imam Nawawi menukil perkataan sebagian ulama bahwa sunnah hukumnya bagi yang menderita penyakit waswas dalam berwudlu atau shalat untuk membaca kalimat Tauhid :

لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ

Karena apabila setan mendengar kalimat Dzikir ia akan lari menjauh. Sedangkan kalimat Tauhid adalah induk dari Dzikir.

Lihat: Fatawa Ibnu Hajar, juz. 1, hlm. 149-150, Bariqoh Mahmudiyah, juz . 4, hlm. 230, Tuhfatu al-Habib, juz 2, hlm. 18-19, Syarah Shahih Muslim, juz 4, hlm. 156…(*)