Rabithah Alawiyah

TANGGUNGAN UTANG ORANG TUA YANG SUDAH WAFAT


Pada dasarnya tanggungan hutang orang tua tidak menjadi beban anaknya. Namun, jika orang tua meninggal dunia dalam keadaan menanggung hutang, maka tanggungan hutang wajib dibayarkan dari harta peninggalannya sebelum dibagikan kepada ahli waris. Jika salah seorang anak atau kerabatnya mau menanggung hutangnya, itu akan lebih baik sebab ruh orang yang mati dalam keadaan menanggung hutang tidak dapat tenang menetap pada tempatnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ. رَوَاهُ الشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ

“Ruhnya seorang yang beriman, menggantung sebab tanggungan hutangnya sampai terbayar.” HR. As-Syafi’I, Ahmad dan At-Turmudzi.

Lihat: Hasyiyah Al-Qulyubi, juz. 1, hlm. 403, Asna Al-Matholib, juz. 2, hlm. 247, Hasyiyah Bughyatul mustarsyidin juz. 3, hlm. 218