Kalimat Tauhid dan Maknanya

Posted on 01 August 2026



Kalimat "La ilaha illallah" (tiada tuhan selain Allah) adalah sebuah kalimat yang sangat agung maknanya, ringkas susunan katanya, besar pengaruhnya, mulia kedudukannya, terang cahayanya, dan tiada banding keutamaannya.

Empat kata inilah yang menjadi dasar tegaknya agama. Di atasnya kiblat ditetapkan. Dengannya pula setiap kitab yang Allah turunkan kepada seluruh rasul-Nya yang mulia datang membawa ajaran tersebut. Dengan kalimat ini seseorang akan selamat dari api neraka dan memperoleh kemenangan berupa kenikmatan abadi di dalam surga.

Allah berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

"Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah." (QS. Muhammad: 19)

Dan Allah juga berfirman:

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي

"Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Aku. Maka sembahlah Aku." (QS. Thaha: 14)

Allah juga berfirman:

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

"Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)." (QS. Al-Baqarah: 255)

Dan Allah juga berfirman:

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى

"Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. Milik-Nya nama-nama yang paling indah." (QS. Thaha: 8)

Dan Allah juga berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau, melainkan Kami wahyukan kepadanya: 'Sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku.'"(QS. Al-Anbiya': 25)

Dengan benarnya akidah, keyakinan yang mantap terhadap makna kalimat tersebut, serta tunduk menerimanya, maka keimanan menjadi nyata.

Di atas dasar mengucapkannya dengan jujur serta mengamalkan segala tuntutannya dengan sebenar-benarnya, Islam dapat tegak.

Dan dengan menghimpun antara benarnya keyakinan, berserah diri kepada hukum yang dikandungnya, serta patuh kepadanya, maka hakikat ihsan akan bersinar di dalam hati.

Kalimat ini, sebagaimana dinamakan "Kalimat Tauhid", juga memiliki beberapa nama lain, yaitu: Kalimat Persaksian (كلمة الشهادة), Kalimat keikhlasan (كلمة الإخلاص), Kalimat Kebenaran (كلمة الحق), Kalimat Kejujuran (كلمة الصدق), Kalimat Perjanjian (كلمة العهد), Kalimat Iman (كلمة الإيمان), Kalimat Takwa (كلمة التقوى), Kalimat yang Baik (الكلمة الطيبة), Kalimat yang Kekal (الكلمة الباقية), Kalimat Allah yang tertinggi (كلمة الله العليا), Kalimat Syafaat (كلمة الشفاعة), Harga Surga (ثمن الجنة), dan Kunci Surga (مفتاح الجنة).

Kalimat ini merupakan sesuatu yang pertama kali menjadikan seorang hamba masuk ke dalam agama Islam, dan merupakan kalimat terakhir yang mengantarkannya keluar dari dunia menuju surga dan kenikmatan yang kekal. Sebagaimana disebutkan dalam hadis:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ فِي الدُّنْيَا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، دَخَلَ الْجَنَّةَ

"Barang siapa yang ucapan terakhirnya di dunia adalah 'La ilaha illallah', maka ia akan masuk surga."(HR Abu Dawud dan Ahmad)

Maka kalimat ini adalah kewajiban yang pertama dan juga kewajiban yang terakhir.

Barang siapa mengucapkannya dengan penuh keyakinan, kemudian meninggal dunia dalam keadaan tetap berpegang teguh kepadanya, maka ia akan berbahagia dengan masuk surga, sebagaimana disebutkan dalam hadis. Sebaliknya, barang siapa menyombongkan diri terhadapnya karena mengingkarinya atau karena mempersekutukan Allah, maka ia akan masuk neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

"Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan hina." (QS. Ghafir: 60)

Dan Allah berfirman:

وَأَمَّا الَّذِينَ اسْتَنكَفُوا وَاسْتَكْبَرُوا فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَلَا يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

"Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh pelindung maupun penolong selain Allah." (QS. An-Nisa': 173)

Dan Allah berfirman:

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ

"Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh Allah mengharamkan surga baginya, dan tempat tinggalnya adalah neraka." (QS. Al-Ma'idah: 72)

Adapun makna "La ilaha illallah" adalah:

"Tidak ada sesuatu pun yang berhak disembah dengan benar selain Allah."

Kata "Allah" adalah nama khusus bagi Dia Yang Mahasuci, Yang wajib ada, Yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan dan keagungan, Yang Mahasuci dari segala sifat makhluk yang baru, Mahasuci dari sekutu, tandingan, maupun sesuatu yang menyerupai-Nya, serta Mahasuci dari segala sifat dan keadaan yang tidak layak bagi kemuliaan dan keagungan-Nya.

Dialah Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Tunggal, Yang Maha Menjadi Tempat Bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang sebanding dengan-Nya.

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. Mahasuci Dia. Tidak ada sekutu bagi-Nya, baik dalam dzat-Nya, sifat-sifat-Nya, maupun perbuatan-perbuatan-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan, bagi-Nya segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.RA(*)

*Miftahul Jannah, karya Al-Habib Ahmad Masyhur bin Thaha Al-Haddad