Keutamaan Kota Madinah al-Munawwarah:

Posted on 08 September 2026


Kota Madinah yang mulia  adalah Dar al-Hijrah (negeri tempat berhijrah), serta negeri yang memiliki Ar-Raudhah dan Al-Hujrah (kamar/makam Rasulullah ).

Telah sahih bahwasanya Rasulullah  bersabda:

إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا

"Sesungguhnya iman akan kembali berkumpul ke Kota Madinah sebagaimana ular kembali berkumpul ke sarangnya." (Hadis Muttafaq 'Alaih) (Makna kata يَأْرِزُ [ya'rizu] adalah ينضمّ [yandhammu], yakni kembali bersatu/berkumpul, dengan mendahulukan huruf Ra sebelum Zai).

Tentang keharaman/kesucian kota Madinah, Rasulullah  bersabda:

الْمَدِينَةُ حَرَمٌ مِنْ كَذَا إِلَى كَذَا

"Kota Madinah adalah tanah haram (suci) dari ini sampai ini"

Dan dalam riwayat Muslim:

مِنْ عَيْرٍ إِلَى ثَوْرٍ، لَا يُقْطَعُ شَجَرُهَا، وَلَا يُحْدَثُ فِيهَا حَدَثٌ، مَنْ أَحْدَثَ فِيهَا حَدَثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

"Dari Gunung 'Air sampai Gunung Tsaur. Tidak boleh ditebang pepohonannya, dan tidak boleh dibuat di dalamnya hal baru/perbuatan munkar (kemaksiatan). Barang siapa yang membuat perbuatan baru/keburukan di dalamnya, maka ia terkena laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia." (Hadis Muttafaq 'Alaih)

(Gunung Tsaur di sini adalah gunung kecil di belakang Gunung Uhud dari arah utara. Sedangkan dalam riwayat Ahmad disebutkan: "Antara Gunung 'Air sampai Gunung Uhud", di mana Gunung 'Air posisinya berhadapan dengan Gunung Uhud).

Selain itu, Nabi juga bersabda:

الْمَدِينَةُ تَنْفِي النَّاسَ كَمَا تَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

"Kota Madinah membersihkan (menolak) orang-orang (yang buruk) sebagaimana ububan/tungku pemanas besi membersihkan kotoran besi." (Hadis Muttafaq 'Alaih)

Tentang ancaman bagi yang menghendaki keburukan bagi penghuni Madinah, Nabi  bersabda:

لَا يَكِيدُ أَهْلَ الْمَدِينَةِ أَحَدٌ إِلَّا انْمَاعَ كَمَا يَنْمَاعُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ

"Tidak ada seorang pun yang memperdaya/berbuat makar terhadap penduduk Madinah melainkan ia akan hancur/larut sebagaimana garam larut di dalam air." (Hadis Muttafaq 'Alaih) (Makna kata انْمَاعَ [inma'a] adalah انذاب [indhaba], yakni larut atau meleleh).

Tentang penjagaan malaikat atas Kota Madinah dari Dajjal, Nabi bersabda:

عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلَائِكَةٌ، لَا يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلَا الدَّجَّالُ

"Di setiap jalan-jalan masuk Kota Madinah terdapat para malaikat; tidak akan dapat memasukinya penyakit wabah (tha'un) maupun Dajal." (Hadis Muttafaq 'Alaih)

Adapun tentang keutamaan shalat di Masjid Nabawi di Madinah, beliau  bersabda:

صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

"Satu kali shalat di masjidku ini lebih baik daripada seribu kali shalat di tempat lainnya, kecuali Masjidil Haram." (Hadis Muttafaq 'Alaih)

Di Madinah juga terdapat tempat yang sangat mulia, taman dari taman-taman surga. Mengenai tempat ini, Nabi bersabda:

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي

"Antara rumahku dan minbarku adalah Raudhah (taman) dari taman-taman surga, dan minbarku berada di atas telagaku (Al-Haudh)." (Hadis Muttafaq 'Alaih). RA(*)

*Sumber: Hadaiqul Anwar Wa Mathaliul Asrar fi Siratin Nabiyyil Mukhtar, karya Syekh Muhammad bin Umar Bahraq