Posted on 07 September 2026
Kemustajaban doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi ﷺ telah sangat banyak diriwayatkan oleh para sahabat. Doa Nabi ﷺ demikian istimewa sehingga pengaruhnya menjangkau anak cucu dari orang yang didoakan. Sahabat Hudzaifah radhiyallahu 'anhu menuturkan:
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا دَعَا لِرَجُلٍ، أَصَابَتْهُ وَأَصَابَتْ وَلَدَهُ وَوَلَدَ وَلَدِهِ
"Apabila Nabi ﷺ mendoakan seseorang, maka keberkahan doa itu akan menjangkau dirinya, anaknya, serta keturunannya." (HR. Ahmad)
Doa untuk Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu
Ummu Sulaim radhiyallahu 'anha, ibunda dari Sahabat Anas, pernah mendatangi Nabi ﷺ lalu memohonkan doa untuk putranya tersebut. Beliau berkata:
يَا رَسُولَ اللَّهِ خَادِمُكَ أَنَسٌ ادْعُ اللَّهَ لَهُ
"Wahai Rasulullah, ini pelayanmu Anas, berdoalah kepada Allah untuknya."
Maka Nabi ﷺ berdoa:
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا آتَيْتَهُ.
"Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang telah Engkau berikan kepadanya."
Sahabat Anas radhiyallahu 'anhu mengatakan tentang kemustajaban doa Nabi ﷺ tersebut:
فو الله إن مالي لكثير وَإِنَّ وَلَدِي وَوَلَدَ وَلَدِي لَيُعَادُّونُ الْيَوْمَ عَلَى نحو المئة
"Demi Allah, sungguh hartaku banyak, dan sungguh anak serta cucuku saat ini jika dihitung satu sama lain jumlahnya sekitar seratus orang."
Dalam riwayat lain, Sahabat Anas mengatakan:
فما أَعْلَمُ أَحَدًا أَصَابَ مِنْ رَخَاءِ الْعَيْشِ مَا أصبت
"Aku tidak mengenal seorang pun yang mendapatkan kemakmuran hidup seperti yang aku dapati."
Bahkan, Sahabat Anas pernah menguburkan seratus orang keturunannya dengan tangan beliau sendiri, selain janin yang keguguran. Hal ini menunjukkan betapa panjang umur dan banyaknya keturunan beliau karena keberkahan dari doa Nabi ﷺ.
Doa Keberkahan Harta untuk Sahabat Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu
Nabi ﷺ pernah mendoakan keberkahan bagi Sahabat Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu dengan doa yang ringkas. Saat Sahabat Abdurrahman bin Auf menikah, Nabi ﷺ mendoakannya:
بارَكَ اللَّهُ لَكَ أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ
"Semoga Allah memberkahimu. Buatlah walimah walau hanya dengan seekor kambing." (HR. Bukhari)
Namun, dampak keberkahan doa Nabi ﷺ demikian nyata sehingga Sahabat Abdurrahman bin Auf sangat mudah mendapatkan keuntungan dalam perniagaan dan lainnya, sampai-sampai beliau pernah berkata:
فَلَوْ رَفَعْتُ حَجَرًا لَرَجَوْتُ أَنْ أُصِيبَ تَحْتَهُ ذَهَبًا
"Seandainya aku mengangkat sebuah batu, sungguh aku berharap mendapatkan emas di baliknya."
Allah ﷻ juga menganugerahkan kepada beliau kemenangan dalam peperangan. Saat beliau wafat, emas peninggalannya demikian banyak sehingga harus dipecah dengan kapak dan membuat tangan-tangan para pemecahnya menebal. Masing-masing dari empat istrinya mendapatkan delapan puluh ribu dinar (ada yang mengatakan dua belas ribu). Beliau berwasiat untuk bersedekah sebanyak lima puluh ribu dinar.
Sedekah dan pemberian beliau selama hidup pun sangat agung. Beliau pernah membebaskan tiga puluh budak dalam sehari, serta pernah pula menyedekahkan 700 ekor unta lengkap beserta muatan, pelana, dan kain pelindung punggungnya.
Doa untuk Sahabat Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu
Nabi ﷺ pernah mendoakan Sahabat Mu'awiyah agar mendapatkan kedudukan yang kokoh di berbagai negeri. Beliau berdoa:
اللهمَّ علِّمْه الكتابَ ومكِّنْ له في البلادِ وقِهِ العذابَ
"Ya Allah, berilah ia ilmu Al-Kitab, kokohkan kedudukannya di berbagai negeri, dan lindungi ia dari azab." (HR. Ibnu Sa'ad)
Karena keberkahan doa Nabi ﷺ, Sahabat Mu'awiyah pun menjadi khalifah setelah cucu Nabi, Imam Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma, mengalihkan kekuasaan kepadanya.
Doa untuk Sahabat Sa'ad bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu
Sahabat Sa'ad bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu termasuk sahabat yang sangat beruntung mendapatkan doa dari Baginda Nabi ﷺ. Nabi ﷺ pernah mendoakan beliau:
اللهم استجب له اذا دعا
"Ya Allah, ijabahi doanya saat ia berdoa." (HR. Tirmidzi)
Karena doa Nabi ﷺ tersebut, doa-doa Sahabat Sa'ad selalu diijabahi oleh Allah ﷻ. Bahkan pernah beliau mendoakan keburukan bagi orang yang menzaliminya, dan doa itu pun diijabahi oleh Allah ﷻ.
Hidayah Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu Karena Doa Nabi ﷺ
Di permulaan Islam, kaum muslimin sangat sedikit dan tertindas. Ada dua tokoh yang sangat diharapkan oleh Nabi ﷺ untuk masuk Islam karena kekuatan mereka, yaitu Sahabat Umar bin Khattab dan Abu Jahal. Maka Nabi ﷺ berdoa:
اللهم أيد الاسلام باحد هذين الرجلين اليك بأبي جهل او بعمر بن الخطاب
"Ya Allah, kuatkan Islam dengan salah satu dari dua orang yang lebih Engkau sukai, Abu Jahal atau Umar bin Khattab." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Maka doa Nabi ﷺ pun diijabahi oleh Allah ﷻ dengan keislaman Sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Sahabat Ibnu Mas'ud mengatakan:
مَا زِلْنَا أَعِزَّةً مُنْذُ أَسْلَمَ عُمَرُ
"Semenjak Umar masuk Islam, kami senantiasa berada dalam kemuliaan."
Doa Nabi ﷺ Meminta Hujan
Dalam Perang Tabuk, para sahabat pergi dalam cuaca terik yang membakar. Para sahabat kehabisan air dan mereka merasa sudah tidak mampu menahan kehausan dan kepayahan ini, maka Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq meminta kepada Nabi ﷺ:
يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ قَدْ عَوَّدَكَ فِي الدُّعَاءِ خَيْرًا فَادْعُ لَنَا
"Wahai Rasulullah ﷺ, sesungguhnya Allah biasa memberi kebaikan dalam doamu, maka doakanlah kami."
Rasulullah ﷺ menjawab:
أَتُحِبُّ ذَلِكَ؟
"Apakah engkau menginginkannya?"
Sahabat Abu Bakar pun mengiyakannya. Maka Nabi ﷺ mengangkat tangan berdoa meminta hujan. Beliau belum menurunkan tangan sampai tiba-tiba awan menghitam dan menurunkan hujan, memenuhi wadah-wadah para sahabat, lalu awan itu tiba-tiba pergi. (HR. Ibnu Khuzaimah)
Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu juga menuturkan: Manusia ditimpa musim kemarau panjang pada masa Nabi ﷺ. Ketika Nabi ﷺ sedang berkhotbah pada hari Jumat, berdirilah seorang Arab Badui lalu berkata: "Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan keluarga kelaparan, maka berdoalah kepada Allah untuk kami."
Lalu beliau ﷺ mengangkat kedua tangannya, padahal kami tidak melihat ada gumpalan awan sedikit pun di langit. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, beliau tidak menurunkan kedua tangannya hingga awan bergulung-gulung berkumpul sebesar gunung-gunung. Kemudian beliau tidak turun dari mimbar hingga aku melihat air hujan menetes dari janggut beliau ﷺ.
Maka kami diguyur hujan pada hari itu, besoknya, lusa, dan hari-hari berikutnya hingga hari Jumat berikutnya. Kemudian orang Arab Badui tersebut (atau orang lainnya) berdiri lagi dan berkata: "Wahai Rasulullah, bangunan-bangunan telah runtuh dan harta benda tenggelam/hanyut, maka berdoalah kepada Allah untuk kami."
Lalu beliau mengangkat kedua tangannya seraya bersabda:
"Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (daerah-daerah penyangga/pinggiran), dan jangan jadikan hujan ini merusak/menimpa atas kami."
Maka tidaklah beliau menunjuk dengan tangannya ke suatu arah awan melainkan awan itu tersingkap/terbelah. Kota Madinah pun menjadi seperti lubang terang (terbebas dari hujan deras), dan lembah Qanah mengalirkan air selama sebulan, serta tidak ada seorang pun yang datang dari suatu daerah melainkan menceritakan tentang hujan lebat/keberkahan tersebut. (HR. Bukhari)
Doa untuk Sahabat Qatadah radhiyallahu 'anhu
Nabi ﷺ pernah mendoakan Sahabat Qatadah:
أَفْلَحَ وَجْهُكَ.. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُ فِي شَعْرِهِ وَبَشَرِهِ
"Beruntunglah wajahmu. Ya Allah, berkahilah rambut dan kulitnya."
Karena keberkahan doa Nabi, saat Sahabat Qatadah wafat pada usia 70 tahun, wajahnya masih seperti pemuda berusia lima belas tahun.
Doa untuk Sahabat An-Nabighah radhiyallahu 'anhu
Dalam suatu riwayat, Sahabat An-Nabighah Al-Ja’di melantunkan kasidah di hadapan Nabi ﷺ, maka Nabi ﷺ mendoakan beliau:
أَجدت لَا يفضض الله فَاك
"Engkau telah membuat syair yang baik, semoga Allah tidak merontokkan gigimu." (HR. Al-Baihaqi)
Keberkahan doa Nabi ﷺ tersebut sangat nyata sehingga beliau termasuk orang yang paling indah giginya. Ada yang mengatakan bahwa jika satu giginya rontok maka akan tumbuh gigi lain menggantikannya. Beliau hidup sampai 120 tahun, bahkan ada yang mengatakan lebih dari itu.
Doa untuk Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma
Nabi ﷺ pernah mendoakan Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma saat beliau masih kecil:
اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ
"Ya Allah, jadikan ia memahami agama dan ajarkan dia takwil (tafsir)."
Doa Nabi ﷺ tersebut diijabahi, sehingga saat dewasa Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menjadi salah seorang ulama terhebat, bahkan beliau dijuluki dengan Al-Habr (ulama yang luas keilmuannya) dan Tarjumanul Qur'an (penerjemah/penafsir Al-Qur'an).
Doa Keberkahan Perniagaan
Saat Sahabat Ja'far bin Abi Thalib wafat, Nabi ﷺ pernah mendoakan putranya, Abdullah bin Ja'far, keberkahan dalam perdagangan. Beliau berdoa:
وَبَارِكْ لِعَبْدِ اللهِ فِي صَفْقَةِ يَمِينِهِ
"Semoga Allah berkahi Abdullah dalam perniagaannya." (HR. Ahmad)
Maka tidaklah beliau membeli sesuatu kecuali mendapatkan keuntungan.
Nabi ﷺ pernah mendoakan Sahabat Miqdad atas harta yang beliau dapatkan:
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيهَا
"Semoga Allah memberkahimu dalam harta itu." (HR. Al-Bazzar)
Maka beliau pun memiliki berkarung-karung harta darinya.
Beliau juga mendoakan Sahabat 'Urwah bin Abil Ja’di Al-Bariqi. Saat itu Nabi ﷺ memberi 'Urwah satu dinar untuk membeli kambing, ternyata beliau mendapatkan dua kambing dari satu dinar tersebut. Di tengah jalan beliau menjual satu kambing dengan satu dinar sehingga beliau kembali kepada Nabi ﷺ dengan mengembalikan satu dinar dan satu kambing. Maka Nabi ﷺ pun mendoakan keberkahan dan berkata:
بارَكَ اللهُ تعالى لكَ في صَفْقةِ يَمينِكَ
"Semoga Allah Ta'ala memberkahi perdaganganmu." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Karena berkat doa tersebut, Sahabat 'Urwah selalu mendapatkan keuntungan. Bahkan beliau pernah berdiri di tempat yang sangat busuk (kunasah), tapi saat kembali mendapatkan keuntungan empat puluh ribu. Imam Bukhari dalam hadisnya mengatakan:
وَكَانَ لَوِ اشْتَرَى التُّرَابَ لَرَبِحَ فِيهِ
"Andai beliau ('Urwah) membeli tanah/debu, pasti ia akan mendapatkan keuntungannya."
Doa-Doa Lainnya
Peringatan dan Doa atas Pembangkangan Kafir serta Penzalim
Di samping doa kebaikan, terdapat pula doa-doa Nabi ﷺ terhadap orang-orang yang menzalimi, menolak kebenaran dengan sombong, atau meremehkan syariat. Di antaranya:
Pembahasan mengenai kemustajaban doa Nabi Muhammad ﷺ sangat luas dan tak terhitung jumlahnya. Seluruh bukti sejarah ini mempertegas kedudukan agung beliau di sisi Allah ﷻ. Pengabulan doa ini menjadi pelajaran berharga bagi umat manusia akan kebenaran risalah Islam.
Sumber: Ash-Shifa karya Qadhi 'Iyad