Posted on 29 August 2026
As-Sayid Abubakar Syatha, dalam Ianatut Thalibin menjelaskan mengenai hal-hal terkait akidah yang wajib diajarkan orang tua kepada anaknya semenjak dini. Beliau mengatakan:
Dasar-Dasar Akidah yang Perlu Diajarkan
Para ayah dan ibu wajib mengajarkan kepada anak-anak mereka seluruh hal yang wajib diketahui oleh seorang mukalaf, agar keimanan tertanam kuat dalam hati mereka dan mereka terbiasa melakukan ketaatan.
Sifat-Sifat Allah ﷻ
Di antaranya adalah mengajarkan kepada mereka hal yang wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah ﷻ. Jumlah keseluruhannya adalah 41 hal akidah.
Dengan demikian, terdapat 20 sifat wajib dan 20 sifat mustahil bagi Allah. Sementara sifat ke-41 adalah sifat jaiz bagi Allah, yaitu Allah berkuasa melakukan atau meninggalkan segala sesuatu yang secara akal mungkin terjadi.
Sifat-Sifat Para Rasul
Anak juga perlu diajarkan hal yang wajib, mustahil, dan jaiz bagi para rasul alaihimussalatu wassalam. Jumlahnya ada sembilan hal.
Sifat wajib bagi para rasul
Sifat mustahil bagi para rasul
Adapun sifat jaiz bagi para rasul adalah segala hal yang termasuk sifat manusiawi yang tidak mengurangi kedudukan mereka yang mulia, seperti makan, minum, menikah, dan mengalami sakit ringan.
Para rasul alaihimussalatu wassalam adalah manusia yang paling sempurna akal dan ilmunya. Allah mengutus mereka dan menunjukkan kebenaran mereka melalui berbagai mukjihakikat yang nyata. Mereka menyampaikan kepada manusia perintah dan larangan Allah, janji dan ancaman-Nya.
Mengenal Nabi Muhammad ﷺ
Anak juga harus diajarkan bahwa: Allah ﷻ mengutus Nabi Muhammad ﷺ, seorang nabi yang ummi, berkebangsaan Arab, berasal dari Quraisy dan Bani Hasyim, dengan membawa risalah-Nya kepada seluruh makhluk: bangsa Arab dan non-Arab, malaikat, manusia, jin, bahkan seluruh makhluk.
Syariat beliau ﷺ menghapus syariat-syariat sebelumnya, dan Allah memberikan keutamaan kepada beliau ﷺ di atas seluruh makhluk.
Seseorang belum dianggap merealisasikan tauhid dengan ucapan لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ jika ia tidak menyertakan kesaksian مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ.
Allah ﷻ mewajibkan seluruh makhluk untuk membenarkan Nabi ﷺ dalam semua berita yang beliau sampaikan dari Allah, baik berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat.
Anak juga perlu diajarkan bahwa Nabi ﷺ dilahirkan di Makkah, berhijrah ke Madinah, dan wafat di Madinah. Beliau memiliki kulit putih yang bercampur kemerah-merahan dan merupakan manusia yang paling sempurna akhlaknya dan kejadiannya.
Selain itu, anak juga perlu diajarkan nasab Nabi ﷺ dari jalur ayah dan ibu.
Mengenal Anak-Anak Nabi ﷺ
Sebagian ulama menambahkan bahwa anak-anak Nabi ﷺ juga perlu dikenalkan, karena mereka adalah orang-orang mulia dari umat ini. Karena itu, seseorang hendaknya tidak mengabaikan untuk mengenal mereka.
Jumlah anak Nabi ﷺ adalah tujuh orang, terdiri dari tiga laki-laki dan empat perempuan.
Urutan kelahiran mereka adalah:
Semua anak tersebut berasal dari Sayyidatuna Khadijah radhiyallahu anha, kecuali Ibrahim yang berasal dari Mariyah al-Qibthiyyah.
Sebagian ulama menyusun nama-nama mereka dalam bentuk syair:
يَا رَبَّنَا بِالْقَاسِمِ ابْنِ مُحَمَّدِ *** فَبِزَيْنَبٍ
فَرُقَيَّةٍ فَبِفَاطِمَةَْ
فَبِأُمِّ كُلْثُومٍ فَِعَبْدِ اللهِ ثُمْـ ***مَ بِحَقِّ إِبْرَاهِيمَ نَجِّ نَاظِمَهْ
Wahai Tuhan kami, demi al-Qasim putra Muhammad, kemudian demi Zainab, Ruqayyah, Fathimah, kemudian demi Ummu Kultsum, lalu Abdullah, kemudian demi Ibrahim, selamatkanlah penyusun syair ini.
Demikianlah sebagian ringkasan akidah yang perlu diketahui. Para ulama ilmu tauhid telah menjelaskan dan membahasnya secara khusus.
Karena itu, orang tua wajib mengajarkan hal-hal tersebut kepada anak yang telah mumayyiz, agar ia tumbuh dalam keadaan memiliki keimanan yang sempurna. Dan hanya dengan pertolongan Allah-lah tercapai taufik. RA(*)
*Sumber: Kitab Ianatuth Thalibin, karya Sayid Abu Bakar bin Muhammad al-Syatha al-Dimyathi