Sekelumit Tentang Istri-Istri Baginda Nabi Muhammad ﷺ

Posted on 26 August 2026



Mengenal istri-istri Nabi para Ummahatul Mukminin (ibu bagi kaum beriman) adalah salah satu hal yang penting bagi umat Islam. Setiap dari mereka merupakan teladang agung bagi wanita sepanjang zaman dari segi keilmuan, akhlak, serta perjuangan mereka membantu dakwah Rasululullah . Oleh karena itu Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad memandang pengetahuan mengenai istri-istri Nabi termasuk salah satu daru tiga hal yang penting untuk didahulukan sebelum mempelajari ilmu-ilmu lain dalam sejarah dan nasab. Dinukilkan dalam kitab Tatsbitul Fuad, bahwa Beliau rahimahullah berkata kepada seseorang saat mendiskusikan tentang nasab:

لَا بُدَّ لَكَ مِنْ مَعْرِفَةِ ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ، هِيَ أَلْزَمُ عَلَيْكَ مِنَ الْبَحْثِ عَنْ أَشْيَاءَ لَا فَائِدَةَ فِيهَا: أَنْ تَعْرِفَ نَسَبَ النَّبِيِّ ﷺ إِلَى عَدْنَانَ، وَأَنْ تَعْرِفَ كَمْ عَدَدُ أَزْوَاجِهِ، وَأَنْ تَعْرِفَ الْعَشَرَةَ الْمُبَشَّرِينَ بِالْجَنَّةِ

Engkau harus mengetahui tiga hal yang lebih penting bagimu daripada mencari-cari perkara yang tidak memiliki manfaat: mengetahui nasab Nabi sampai kepada Adnan, mengetahui jumlah istri beliau, dan mengetahui sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira akan masuk surga.(Tatsbitul Fu’ad, jilid 1, halaman 369)

Berikut ini adalah sekelumit tentang istri-istri Nabi sesuai dengan urutannya:

1. Sayyidatuna Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu anha

Beliau adalah wanita pertama yang dinikahi oleh Nabi . Usia Nabi ketika menikah dengannya adalah 25 tahun, dan ini merupakan pendapat yang dianggap paling kuat. Ada pula yang berpendapat 21 tahun, dan ada yang mengatakan 30 tahun.

Para ulama berbeda pendapat mengenai usia Sayyidatuna Khadijah radhiyallahu anha ketika dinikahi Nabi . Sebagian mengatakan bahwa usia beliau 28 tahun, sedangkan sebagian lainnya mengatakan 40 tahun.

Sayyidatuna Khadijah radhiyallahu anha adalah ibu dari seluruh putra-putri Nabi , kecuali Ibrahim, karena ibunya adalah Mariah al-Qibthiyyah.

Sayyidatuna Khadijah wafat di Makkah, tiga tahun sebelum hijrah, dan dimakamkan di al-Hajun. Beliau hidup bersama Nabi selama 25 tahun.

2. Sayyidatuna Saudah binti Zam‘ah radhiyallahu anha

Kemudian Nabi menikahi Sayyidatuna Saudah binti Zam‘ah radhiyallahu anha. Nabi menikahinya pada tahun kesepuluh kenabian. Sayidah Saudah radhiyallahu anha wafat pada tahun 55 Hijriah.

3. Sayyidatuna Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu anhuma

Kemudian Nabi menikahi Sayyidatuna Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu anhuma. Nabi menikahinya dua tahun sebelum hijrah, dan ada yang mengatakan tiga tahun sebelum hijrah. Ketika itu Sayidah Aisyah berusia enam atau tujuh tahun.

Nabi mulai hidup serumah dengannya di Madinah ketika Sayidah Aisyah berusia sembilan tahun, yaitu setelah 17 bulan sejak hijrah. Ada pula yang mengatakan setelah 18 bulan sejak hijrah. Nabi wafat ketika Sayihah Aisyah berusia 18 tahun.

Sayidah Aisyah radhiyallahu anha wafat pada tahun 58 Hijriah, dan ada pula pendapat lain.

4. Sayyidatuna Hafshah binti Umar bin al-Khattab radhiyallahu anhuma

Kemudian Nabi menikahi Sayyidatuna Hafshah binti Umar bin al-Khattab radhiyallahu anhuma. Nabi menikahinya setelah berlalunya 30 bulan sejak hijrah. Sayidah Hafshah wafat pada tahun 45 Hijriah, dan ada pula pendapat lain.

5. Sayyidatuna Zainab binti Khuzaimah radhiyallahu anha

Kemudian Nabi menikahi Sayyidatuna Zainab binti Khuzaimah radhiyallahu anha, yang dikenal dengan gelar Ummul Masakin (Ibu Kaum Miskin).

Nabi menikahinya pada tahun 3 Hijriah. Beliau hanya tinggal bersama Nabi selama dua atau tiga bulan, kemudian Sayidah Zainab radhiyallahu anha wafat.

6. Sayyidatuna Ummu Salamah radhiyallahu anha

Kemudian Nabi menikahi Sayyidatuna Ummu Salamah. Nama beliau adalah Hindun binti Abu Umayyah bin al-Mughirah radhiyallahu anha.

Nabi menikahinya pada akhir bulan Syawal tahun 4 Hijriah. Sayidah Ummu Salamah wafat pada tahun 60 Hijriah, menurut pendapat yang sahih. Usia beliau ketika wafat adalah 84 tahun, dan beliau dimakamkan di Baqi‘.

7. Sayyidatuna Zainab binti Jahsy radhiyallahu anha

Kemudian Nabi menikahi Sayyidatuna Zainab binti Jahsy radhiyallahu anha pada tahun 4 Hijriah, menurut salah satu pendapat. Ketika itu Sayidah Zainab berusia 35 tahun.

Beliau merupakan istri Nabi yang pertama kali wafat menyusul Nabi . Sayidah Zainab radhiyallahu anha wafat pada tahun 20 Hijriah, dan ada yang mengatakan tahun 21 Hijriah. Usia beliau ketika wafat adalah 53 tahun, dan beliau dimakamkan di Baqi‘.

8. Sayyidatuna Juwairiyah binti al-Harits radhiyallahu anha

Kemudian Nabi menikahi Sayyidatuna Juwairiyah binti al-Harits radhiyallahu anha. Nabi menikahinya setelah Peristiwa Muraisi‘, yaitu Perang Bani Musthaliq, pada tahun 5 Hijriah, dan ada yang mengatakan tahun 6 Hijriah.

Beliau radhiyallahu anha wafat di Madinah pada bulan Rabiul Awal tahun 56 Hijriah, dalam usia 70 tahun.

9. Sayyidatuna Ummu Habibah radhiyallahu anha

Kemudian Nabi menikahi Sayyidatuna Ummu Habibah. Nama beliau adalah Ramlah binti Abu Sufyan radhiyallahu anha, dan ada yang mengatakan bahwa nama beliau adalah Hindun binti Abu Sufyan.

Nabi menikahinya pada tahun 7 Hijriah. Sayidah Ummu Habibah radhiyallahu anha wafat pada tahun 44 Hijriah, dan ada yang mengatakan tahun 40 Hijriah.

10. Sayyidatuna Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab radhiyallahu anha

Kemudian Nabi menikahi Sayyidatuna Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab radhiyallahu anha, yang berasal dari keturunan Nabi Harun bin Imran alaihissalam.

Nabi memilih beliau untuk dirinya dari para tawanan Perang Khaibar. Beliau kemudian dibebaskan oleh Nabi dan dinikahi. Pembebasan tersebut dijadikan sebagai mahar beliau.

Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 7 Hijriah. Sayidah Shafiyyah radhiyallahu anha wafat pada tahun 50 atau 52 Hijriah, dan dimakamkan di Baqi‘.

11. Sayyidatuna Maimunah binti al-Harits radhiyallahu anha

Kemudian Nabi menikahi Sayyidatuna Maimunah binti al-Harits radhiyallahu anha.

Nabi menikahinya pada bulan Syawal tahun 7 Hijriah. Sayidah Maimunah wafat pada tahun 51 Hijriah, dan ada yang mengatakan tahun 66 Hijriah, dalam usia 80 tahun.

Hal-hal Penting Terkait Istri-Istri Nabi

·       Para istri yang telah disebutkan di atas adalah mereka yang  telah dipastikan berdasarkan penelitian bahwa Nabi  telah hidup bersama mereka sebagai suami-istri. Nabi juga pernah menikahi sejumlah wanita selain mereka yang telah disebutkan. Di antara mereka ada yang diceraikan oleh beliau, ada yang telah dinikahi secara resmi kemudian diceraikan sebelum hidup bersama sebagai suami-istri, dan ada pula yang baru dipinang tetapi belum sampai dilangsungkan akad pernikahan.

·       Makam para para istri Nabi dikenal berada di Baqi‘. Kecuali makam Sayyidatuna Khadijah radhiyallahu anha, yang berada di al-Hajun, Makkah. Demikian pula Sayyidatuna Maimunah radhiyallahu anha, yang dimakamkan di Wadi Sarif, dekat dengan Tan‘im.

·       Sayidah Maria al-Qibthiyyah bukan termasuk istri Nabi , melainkan beliau adalah seorang hamba sahaya milik Nabi . Beliau merupakan ibu dari Ibrahim bin Sayyidina Muhammad . Sayidah Maria al-Qibthiyyah wafat pada masa kekhalifahan Sayyidina Umar bin al-Khattab radhiyallahu anhu.

·       Istri Nabi yang pertama kali menyusul beliau setelah wafatnya adalah Sayyidatuna Zainab binti Jahsy radhiyallahu anha. Beliau wafat di Madinah pada tahun 20 Hijriah. Beliau merupakan orang pertama yang diusung di atas keranda (na‘sy).

Dalam hadis riwayat Muslim dari Sayyidatuna Aisyah radhiyallahu anha, disebutkan bahwa sebagian istri Nabi bertanya kepada beliau: “Siapakah di antara kami yang paling cepat menyusulmu?”

Nabi menjawab:

“Yang paling cepat menyusulku di antara kalian adalah yang paling panjang tangannya.”

Ternyata yang paling dahulu menyusul Nabi adalah Sayyidatuna Zainab binti Jahsy radhiyallahu anha. Disebutkan bahwa makna “panjang tangannya” adalah karena beliau rajin bekerja untuk kemudian banyak bersedekah.

·       Istri Nabi yang paling akhir wafat adalah Sayyidatuna Ummu Salamah, Hindun binti Abi Umayyah radhiyallahu anha. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa istri Nabi yang terakhir wafat adalah Sayyidatuna Maimunah radhiyallahu anha.

·       Tidak ada istri Nabi yang wafat semasa hidup beliau, kecuali Sayyidatuna Khadijah, Sayidah Zainab binti Khuzaimah, dan Raihanah menutut pendapat yang menggolongkan beliau sebagai salah satu istri Nabi .

·       Mengenai siapa yang paling utama di antara istri-istri Nabi , Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad mengatakan:

“Sebagian ulama membahas tentang keutamaan sebagian istri-istri Nabi atas yang lainnya. Sebenarnya tidak membahas masalah ini lebih baik, akan tetapi ketika memang ada keperluan untuk membahasnya, maka para ulama tidak memiliki pilihan lain selain membicarakan yang benar, agar tidak menyebabkan seseorang jatuh dalam hal yang batil. (Tatsbitul Fuad, juz 1 hal 370)

·       Tiga orang istri Nabi pada awalnya masing-masing bernama Barrah. Kemudian Nabi mengganti nama mereka.

Mereka adalah:

1.       Sayyidatuna Zainab binti Jahsy radhiyallahu anha.

2.       Sayyidatuna Maimunah binti al-Harits radhiyallahu anha.

3.       Sayyidatuna Juwairiyah binti al-Harits radhiyallahu anha.

Penutup

Bait syair berikut memuat urutan istri-istri Nabi dengan rumus huruf,  yaitu setiap huruf pertama dari kata-kata dalam bait tersebut menunjukkan nama salah satu istri Nabi . Urutannya mengikuti urutan pernikahan mereka dengan Rasulullah . Bait tersebut adalah:

خَلِيلِي سَبَى عَقْلِي حَلَا زَيْنُ هَالَةَ *** زَهَا جَفْنُهَا رَمْزًا صَحِيحًا مُهَدَّبَا

Huruf-huruf awalnya menjadi petunjuk untuk mengingat urutan para Ummahatul Mukminin:

1.       خ = خَدِيجَةُ isyarat untuk Sayidah Khadijah

2.       س = سَوْدَةُ isyarat untuk Sayidah Saudah

3.       ع = عَائِشَةُ isyarat untuk Sayidah Aisyah

4.       ح = حَفْصَةُ isyarat untuk Sayidah Hafshah

5.       ز = زَيْنَبُ بِنْتُ خُزَيْمَةَ isyarat untuk Sayidah Zainab binti Khuzaimah

6.       ه = هِنْدُ isyarat untuk Sayidah Ummu Salamah

7.       ز = زَيْنَبُ بِنْتُ جَحْشٍ isyarat untuk Sayidah Zainab binti Jahsy

8.       ج = جُوَيْرِيَةُ isyarat untuk Sayidah Juwairiyah

9.       ر = رَمْلَةُ isyarat untuk Sayidah Ummu Habibah

10.   ص = صَفِيَّةُ isyarat untuk Sayidah Shafiyyah

11.   م = مَيْمُونَةُ isyarat untuk Sayidah Maimunah

Dengan demikian, bait ini merupakan sebuah cara ringkas untuk menghafalkan urutan istri-istri Nabi Muhammad berdasarkan urutan pernikahan beliau dengan mereka. RA(*)

*Sumber: Mulakhsahat fi sirah nabawiyah, Ribath Al-Haddar