Posted on 23 August 2026
Syekh Muhammad al-Fadhali berkata dalam kitab Kifayatul ‘Awam mengatakan:
قَالَ الْعُلَمَاءُ: وَيَنْبَغِي أَنْ يَعْرِفَ كُلُّ شَخْصٍ عِدَّةَ أَوْلَادِهِ ﷺ، وَتَرْتِيبَهُمْ فِي الْوِلَادَةِ؛ لِأَنَّهُ يَنْبَغِي لِلشَّخْصِ أَنْ يَعْرِفَ سَادَاتِهِ، أَيْ عِدَّةً وَتَرْتِيبًا، لَكِنْ لَمْ يُصَرِّحُوا فِيمَا رَأَيْتُ بِوُجُوبِ ذَلِكَ أَوْ نَدْبِهِ، بَلْ صَرَّحُوا بِأَنَّهُ يَنْبَغِي فَقَطْ، وَهُوَ مُحْتَمِلٌ لِلْوُجُوبِ وَالنَّدْبِ، لَكِنِ الْقِيَاسُ عَلَى نَظَائِرِهِ كَنَسَبِهِ ﷺ: الْوُجُوبُ
“Para ulama berkata: Hendaknya setiap orang mengetahui jumlah putra-putri Nabi ﷺ serta urutan kelahiran mereka. Sebab, sudah semestinya seseorang mengetahui para tokoh yang menjadi panutannya, baik jumlah maupun urutannya.
Namun, berdasarkan apa yang saya lihat, para ulama tidak secara tegas menyatakan bahwa mengetahui hal tersebut hukumnya wajib ataupun sunnah. Mereka hanya menyatakan bahwa hal tersebut sepatutnya diketahui. Ungkapan tersebut masih memungkinkan untuk dipahami sebagai kewajiban maupun anjuran.
Akan tetapi, jika dianalogikan dengan perkara-perkara yang semisal, seperti mengetahui nasab beliau ﷺ, maka hukumnya adalah wajib.”
Urutan Putra-Putri Nabi ﷺ
1. Sayid Al-Qasim radhiyallahu anhu
Putra pertama Nabi ﷺ adalah al-Qasim. Dengan nama inilah Nabi ﷺ mendapatkan kunyah Abul Qasim.
Al-Qasim lahir sebelum Nabi ﷺ diangkat menjadi Nabi. Ia wafat sebelum masa kenabian ketika berusia dua tahun. Ia merupakan putra Nabi ﷺ yang pertama kali wafat.
2. Sayidah Zainab radhiyallahu anha
Kemudian Zainab radhiyallahu anha. Beliau menikah dengan Abul Ash bin ar-Rabi‘ yang memiliki nama lengkap al-Qasim bin ar-Rabi‘ bin Abdul ‘Uzza bin Abdu Syams. Ibunda dari suaminya adalah Halah binti Khuwailid, sehingga Abul Ash merupakan sepupu Zainab dari pihak ibu.
Sayyidatuna Khadijah radhiyallahu anha menyarankan kepada Nabi ﷺ agar Zainab dinikahkan dengannya, dan Nabi ﷺ tidak pernah menyelisihi pendapat Khadijah. Peristiwa tersebut terjadi sebelum beliau ﷺ mendapatkan wahyu.
Abul Ash kemudian masuk Islam. Zainab melahirkan seorang putra untuknya bernama Ali, tetapi putranya itu wafat ketika masih kecil. Zainab juga melahirkan seorang putri bernama Umamah. Dialah yang pernah digendong oleh Nabi ﷺ ketika beliau sedang melaksanakan salat.
Setelah Sayyidatuna Fatimah radhiyallahu anha wafat, Sayyidina Ali radhiyallahu anhu menikahi Umamah berdasarkan wasiat dari Sayyidah Fatimah. Setelah wafatnya Sayidina Ali, Umamah menikah dengan al-Mughirah bin Naufal bin al-Harits bin Abdul Muthalib. Dari pernikahan tersebut lahirlah seorang putra bernama Yahya. Umamah kemudian wafat ketika masih menjadi istri al-Mughirah.
Sayidah Zainab wafat di permulaan tahun ke delapan Hijriyah.
3. Sayidah Ruqayyah radhiyallahu anha
Putri ketiga Nabi ﷺ adalah Ruqayyah radhiyallahu anha. Mulanya beliau menikah dengan ‘Utbah bin Abi Lahab, tetapi kemudian diceraikan sebelum sempat hidup bersama ‘Utbah sebagai suami-istri.
Setelah itu, Sayidah Ruqayyah menikah dengan Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu anhu. Beliau membersamai Sayidina Utsman dalam hijrah ke Ethiopia dan Madinah.
Dari pernikahan tersebut, beliau melahirkan seorang putra bernama Abdullah. Sayidah Ruqayyah wafat pada hari ketika Sahabat Zaid bin Haritsah datang membawa kabar kemenangan pada Perang Badar.
Setelah itu, Sayyidina Utsman radhiyallahu anhu menikahi saudari Ruqayyah, yaitu Ummu Kultsum radhiyallahu anha. Ummu Kultsum wafat ketika masih menjadi istri Utsman pada bulan Sya‘ban tahun 9 Hijriah.
4. Sayidah Ummu Kultsum radhiyallahu anha
Kemudian setelah Sayidah Ruqayyah adalah Sayidah Ummu Kultsum radhiyallahu anha. Mulanya beliau dinikahkan dengan Uthaibah bin Abi Lahab, kemudian saat Nabi ﷺ diutus, beliau diceraikan sebelum sempat hidup berumah tangga dengannya.
Sayidah Ummu Kultsum mengikuti ayahandanya berhijrah ke Madinah, dan menikah dengan Sayidina Utsman bin Affan setelah kakanya, Sayyidah Ruqoyyah, wafat pada Bulan Rabiul Awwal tahun ke tiga Hijriyah, namun tidak dikaruniai anak darinya. Beliau wafat pada bulan Syakban tahun kesembilan hijriyah.
5. Sayidah Fatimah radhiyallahu anha
Kemudian Sayyidatuna Fatimah radhiyallahu anha. Ada yang mengatakan bahwa Ummu Kultsum lebih muda daripada Sayyidatuna Fatimah.
Sayidah Fatimah lahir sebelum Nabi ﷺ diutus menjadi Nabi. Beliau dinikahkan dengan Sayidina Ali bin Abi Thalib pada bulan Dzulqa’dah tahun kedua hijriyah, setelah peristiwa perang badar. Dari pernikahan tersebut lahirlah Sayidina Hasan, Sayidina Husain, Sayidina Muhassin (wafat ketika masih kecil), Sayidah Ummu Kultsum dan Sayidah Zainab.
6. Sayyid Abdullah radhiyallahu anhu
Kemudian Abdullah. Abdullah wafat di Makkah ketika masih kecil. Ia diberi julukan ath-Thayyib dan ath-Thahir. Jadi, keduanya merupakan dua julukan bagi Abdullah, bukan dua nama untuk dua orang yang berbeda. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ath-Thayyib adalah orang yang berbeda dengan ath-Thahir.
7. Sayyid Ibrahim radhiyallahu anhu
Kemudian Ibrahim radhiyallahu anhu. Sayyid Ibrahim dilahirkan di Madinah. Ia wafat ketika berusia 70 malam. Ada yang mengatakan 7 bulan, ada yang mengatakan 8 bulan, dan ada pula yang mengatakan bahwa ia wafat ketika berusia 16 bulan.
Ibunda dari Putra dan Putri Nabi ﷺ
Seluruh putra-putri Nabi ﷺ adalah anak Sayyidatuna Khadijah radhiyallahu anha, kecuali Ibrahim, karena Ibrahim merupakan putra Mariah al-Qibthiyyah.
Semua putra-putri Nabi ﷺ wafat ketika beliau ﷺ masih hidup, kecuali Sayyidatuna Fatimah radhiyallahu anha. Sayidah Fatimah hidup selama enam bulan setelah wafatnya Rasulullah ﷺ. RA(*)
*Sumber: Mulakhasath Fi Sirah Nabawiyah, Ribath Al-Haddar