Posted on 04 October 2026
Para sahabat radhiyallahu anhum telah mencapai puncak kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Diriwayatkan bahwa seorang perempuan dari kaum Anshar kehilangan saudara laki-laki dan suaminya dalam Perang Uhud bersama Rasulullah ﷺ. Ketika ia mendengar kabar tersebut, ia justru bertanya:
مَا فَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ؟
“Apa yang terjadi dengan Rasulullah ﷺ?”
Mereka menjawab bahwa beliau dalam keadaan baik, sebagaimana yang ia harapkan.
Perempuan itu berkata:
أَرُونِيهِ حَتَّى أَنْظُرَ إِلَيْهِ.
“Perlihatkan beliau kepadaku agar aku dapat melihatnya.”
Ketika telah melihat Rasulullah ﷺ, ia berkata:
كُلُّ مُصِيبَةٍ بَعْدَكَ جَلَلٌ.
“Setiap musibah setelah keselamatanmu adalah sesuatu yang kecil.”
Maksud dalam ungkapan tersebut adalah sesuatu yang kecil atau ringan dibandingkan dengan keselamatan Rasulullah ﷺ.
Sahabat ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu anhu berkata:
مَا كَانَ أَحَدٌ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ.
“Tidak ada seorang pun yang lebih aku cintai daripada Rasulullah ﷺ.”
Sahabat Ali radhiyallahu anhu juga berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَحَبَّ إِلَيْنَا مِنْ أَمْوَالِنَا وَأَوْلَادِنَا وَأُمَّهَاتِنَا، وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ عَلَى الظَّمَإِ.
“Rasulullah ﷺ lebih kami cintai daripada harta kami, anak-anak kami, ibu-ibu kami, bahkan daripada air dingin ketika sedang kehausan.”RA(*)
*Sumber: Ma La Ainun Ra’at, karya Al-Allamah As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki