Posted on 27 October 2026
Setiap manusia memiliki dua bentuk rupa: rupa lahiriah, yaitu jasad, dan rupa batiniah, yaitu ruh dan jiwa. Apabila rupa lahiriahnya baik, maka dikatakan tentang seseorang, fulanu hasanu al-khalqi (فُلَانٌ حَسَنُ الْخَلْقِ), dengan huruf kha’ berharakat fathah dan huruf lam sukun, yang berarti bahwa orang tersebut memiliki bentuk fisik yang baik.
Adapun apabila rupa batiniahnya baik, maka dikatakan, fulanun hasanu al-khuluqi (فُلَانٌ حَسَنُ الْخُلُقِ), dengan huruf kha’ dan lam berharakat dammah, yang berarti bahwa orang tersebut memiliki akhlak yang baik.
Apabila Allah ﷻ menghimpun kedua kebaikan tersebut pada diri seseorang, berarti Allah ﷻ telah menyempurnakan nikmat-Nya kepadanya. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا حَسَّنَ اللَّهُ خَلْقَ رَجُلٍ وَلَا خُلُقَهُ فَتَطْعَمُهُ النَّارُ أَبَدًا
“Tidaklah Allah memperindah rupa dan akhlak seseorang, kemudian api neraka akan melahapnya untuk selama-lamanya.”(Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dan ulama lainnya)
Tidak ada seorang pun yang mencapai derajat tertinggi dalam kesempurnaan rupa lahiriah dan batiniah selain Nabi kita, Muhammad ﷺ. Beliau adalah manusia yang paling baik rupa dan akhlaknya, serta yang paling dahulu mengungguli orang lain dalam meraih kemuliaan budi pekerti. Allah ﷻ menciptakan beliau dalam rupa yang paling sempurna, yang menghimpun seluruh keindahan dan kebaikan, sehingga segala keutamaan seakan-akan terpusat dan terhimpun pada diri beliau.
Al-Qur’an yang mulia pun memuji keluhuran akhlak beliau. Allah ﷻ berfirman:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (QS. Al-Qalam : 4).
Pujian terhadap keindahan akhlak Rasulullah ﷺ juga diungkapkan oleh sahabat Hassan bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu dalam syairnya:
خُلِقْتَ مُبَرَّأً مِنْ كُلِّ عَيْبٍ *** كَأَنَّكَ قَدْ خُلِقْتَ كَمَا تَشَاءُ
“Engkau diciptakan dalam keadaan bersih dari segala cela, seakan-akan engkau diciptakan sesuai dengan apa yang engkau kehendaki.”
Semoga Allah ﷻ senantiasa melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau ﷺ beserta keluarga beliau, serta menganugerahkan kepada kita kesempurnaan dalam mengikuti teladan beliau, baik secara lahiriah maupun batiniah, dalam seluruh keadaan kita.
Sebaliknya, apabila rupa lahiriah seseorang buruk, maka dikatakan, fulanun sayyi’u al-khalqi (فُلَانٌ سَيِّئُ الْخَلْقِ), dengan huruf kha’ berharakat fathah dan huruf lam sukun, yang berarti bahwa orang tersebut memiliki rupa fisik yang buruk.
Adapun apabila keburukan itu terdapat pada rupa batiniahnya, maka dikatakan, sayyi’u al-khuluqi (سَيِّئُ الْخُلُقِ), dengan huruf kha’ dan lam berharakat dammah, yang berarti bahwa orang tersebut memiliki akhlak yang buruk.
Semoga Allah melindungi kita dari keadaan demikian dan dari segala keburukan, baik keburukan rupa lahiriah maupun keburukan batiniah, untuk selama-lamanya.RA(*)
*Sumber: Kitab ‘Ajalatus Sibaq, karya Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al-Haddar