KHUTBAH JUMAT: BAHAYA KESERAKAHAN

Posted on 26 October 2026


KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمُجِيْرِ الَّذِي لَا يُجَارُ عَلَيْهِ * اَلْقَدِيْرِ الَّذِي لَا مَلْجَأَ مِنْهُ إِلَّا إِلَيْهِ * اَلْحَسِيْبِ الَّذِي لَا يُضِيْعُ عَمَلَ عَامِلٍ لَدَيْهِ * اَلرَّقِيْبِ الَّذِي مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ بِيَدَيْهِ * أَحْمَدُهُ شَاكِرًا* وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ غَافِرًا * وَاسْتَعِيْنُهُ نَاصِرًا * وَأُسَلِّمُ لِأَمْرِهِ وَقَضَائِهِ صَابِرًا* وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ * إِلٰهًا لَا إِلٰهَ لَنَا سِوَاهُ * وَرَبًّا لَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ * وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ * اسْتَخْلَصَهُ وَاصْطَفَاهُ * وَنَبِيٌّ انْتَخَبَهُ وَاجْتَبَاهُ* وَأَيَّدَ بِهِ الْحَقَّ وَأَعْلَاهُ * وَهَدَّ بِهِ الْبَاطِلَ وَأَوْهَاهُ * وَأَقَامَ بِهِ الْعَدْلَ وَأَحْيَاهُ * وَأَمَاتَ بِهِ الْجَهْلَ وَأَعْفَاهُ * صَلَّى اللّٰهُ وَسَلَّمَ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَاهُ * كَمَا اخْتَارَهُ لِإِقَامَةِ دِيْنِهِ وَارْتَضَاهُ*

أَمَّا بَعْدُ, فَيَا اَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Allah ﷻ berfirman:

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan (serakah). (QS. Al-Fajr: 20).

Kecintaan yang berlebihan terhadap harta dunia dapat membuat manusia buta dan tuli, rakus untuk mengumpulkan harta hingga melupakan akhirat. Allah ﷻ berfirman:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ ۝ حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

"Bermegah-megahan (menumpuk-numpuk harta) telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur." (QS. At-Takatsur: 1-2).

Sifat serakah itulah yang telah membinasakan umat-umat terdahulu, dan juga akan membinasakan kita jika kita tidak segera bertobat kepada Allah ﷻ. Nabi ﷺ bersabda:

اِتَّقُوا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوا دِمَاءَ بَعْضِهِمْ، وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ

Berhati-hatilah kalian terhadap keserakahan! Karena sesungguhnya keserakahan itulah yang telah membinasakan umat-umat sebelum kalian. Sifat itu mendorong mereka menumpahkan darah sesama, dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan bagi mereka." (HR. Muslim).

Akibat keserakahan dalam mengejar kekayaan, hutan dirusak bahkan dibakar di mana-mana sehingga asapnya meracuni jutaan orang. Tanah, pulau-pulau, dan lautan dieksploitasi serta dikeruk habis seluruh isinya demi hasil tambang. Manusia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan dan kekuasaan; walaupun harus dengan korupsi, menipu, bahkan menumpahkan darah saudaranya sendiri.

Oleh sebab itu, bukanlah kemiskinan yang dikhawatirkan Nabi ﷺ atas umatnya, dan bukan pula kesyirikan. Akan tetapi, yang paling beliau khawatirkan adalah ketika umatnya saling memperebutkan kekayaan dunia, sehingga mereka saling menyakiti dan membunuh hanya demi harta dunia yang sedikit lagi fana ini. Nabi ﷺ bersabda:

إِنِّي لَسْتُ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُشْرِكُوا بَعْدِي، وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا أَنْ تَنَافَسُوا فِيهَا وَتَقْتَتِلُوا، فَتَهْلِكُوا كَمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ

"Sesungguhnya aku tidak mengkhawatirkan kalian akan berbuat syirik sepeninggalku. Akan tetapi, aku mengkhawatirkan dunia atas kalian, yaitu ketika kalian saling berlomba untuk mendapatkannya dan saling berperang karenanya, sehingga kalian binasa sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah binasa." (HR. Muslim).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Harta dunia bukanlah sarana untuk memperkaya diri, bukan sarana untuk bersikap sombong, tetapi adalah sarana untuk ketaatan kepada Allah ﷻ dan membantu sesama melalui zakat dan sedekah. Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ: إِنَّا أَنْزَلْنَا الْمَالَ لِإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ

Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berfirman: Sesungguhnya Kami menurunkan harta itu hanyalah untuk menegakkan salat dan menunaikan zakat. (HR. Ahmad).

Selain untuk kedua hal itu, apakah nilai dunia? Yang halal dari kekayaan dunia ini akan dihisab sekecil-kecilnya sedangkan yang haram akan menjadi sebab azab yang pedih kelah di Hari Kiamat. Allah ﷻ berfirman:

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

"Kemudian pada hari itu, kamu benar-benar akan ditanya tentang kenikmatan." (QS. At-Takatsur: 8).

Demikian detail hisab yang ada di akhirat sehingga setiap orang yang dihisab, baik yang kaya atau pun yang miskin, mereka berharap seandainya dahulu mereka tidak memiliki kekayaan maupun kekuasaan, seandainya dahulu mereka hanya memiliki makanan sedikit sekedar penyambung hidup, sehelai pakaian sekedar penutup aurat, dan sepetak tanah sekedar pelindung panas dan hujan. Nabi ﷺ bersabda::

مَا مِنْ غَنِيٍّ وَلَا فَقِيرٍ إِلَّا وَدَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَّهُ أُتِيَ مِنْ الدُّنْيَا قُوتًا

"Tidak ada seorang pun, baik yang kaya raya maupun yang miskin, melainkan pada hari kiamat kelak ia pasti berangan-angan: alangkah baiknya jika dahulu di dunia ia hanya diberi rezeki sekadar pengganjal perut saja." (HR. Ibnu Majah).

Pada itu, para pemilik kekayaan dan kekuasaan pun menyesali kekayaan dan kekuasaan yang mereka perjuangkan di dunia dengan berbagai cara haram, dengan korupsi, dengan menumpahkan darah, dan cara-cara haram lainnya,  ternyata semua itu tiada gunanya di akhirat, bahkan semua itu menjadi penyebab mereka masuk ke dalam neraka. Mereka meratap sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran:

مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۝ هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ

"Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku dariku." (QS. Al-Haqqah: 28-29)

Perhatikan bagaimana akibat mereka yang menumpuk-numpuk harta dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan, seperti Qarun dan Firaun. Apa yang terjadi kepada keduanya? Allah mengazab keduanya di dunia dan di akhirat; Qarun dibenamkan ke dalam bumi beserta seluruh hartanya, sedangkan Fir’aun ditenggelamkan di lautan beserta seluruh bala tentaranya. Dan di akhirat kelak, keduanya akan disiksa dengan azab yang pedih di neraka. naudzu billahi min dzalik.

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Tahukan anda, siapakah orang yang beruntung? Orang beruntung bukanlah orang yang memiliki kekayaan melimpah, pakaian dan mobil mewah, atau tempat tinggal yang megah. Orang beruntung adalah orang yang selalu merasa cukup dan tidak serakah. Nabi ﷺ bersabda:

طُوبَى لِمَنْ هُدِيَ إِلَى الْإِسْلَامِ، وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا وَقَنَعَ.

"Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk menuju Islam, kehidupannya cukup sekadar memenuhi kebutuhan pokoknya, dan ia merasa cukup (qana'ah) dengannya." (HR. Tirmidzi).

Maka mari kita cabut dari hati kita ketamakan dan kerakusan atas harta dunia, sebab itulah sifat yang akan menghancurkan dan membinasakan kita, perhatikanlah bagaimana Nabi Muhammad ﷺ menjalani hidupnya dengan sangat sederhana. Sepanjang hidupnya, beliau tidak pernah memakan roti gandum halus, beliau memakai pakaian apa adanya, dan tinggal di rumah yang sangat sederhana hingga langit-langitnya dapat dicapai dengan tangan. Bahkan saat beliau wafat, baju perangnya masih tergadai pada seorang Yahudi karena utang untuk menafkahi keluarganya. Itulah teladan Nabi yang merupakan manusia paling dicintai Allah ﷻ, beliau hidup dengan sederhana dan menganjurkan umatnya untuk hidup sederhana. Nabi ﷺ bersabda:

أَلَا تَسْمَعُونَ؟ أَلَا تَسْمَعُونَ؟ إِنَّ الْبَذَاذَةَ مِنَ الْإِيمَانِ، إِنَّ الْبَذَاذَةَ مِنَ الْإِيمَانِ

"Dengarkanlah! Dengarkanlah! Sesungguhnya kesederhanaan merupakan bagian dari iman. Sungguh, kesederhanaan merupakan bagian dari iman." (HR. Abu Dawud)

Demikianlah semestinya kita jalani hidup kita, dengan kesederhanaan, dengan hati yang qanaah, tidak rakus terhadap dunia, dan tidak diperbudak oleh harta. Dengan demikian, insya Allah kita akan meraih ketenangan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.

إِنَّ أَشْرَحَ الْمَقَالِ الْأَبِيِّ * وَأَفْصَحَ الّلِسَانِ الْعَرَبِيِّ * وَأَوْضَحَ الْبُرْهَانِ الْجَلِيِّ * كَلَامُ الْمُقْتَدِرِ الْعَلِيِّ * أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم* ﴿يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝  إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ﴾

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم لِيْ وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِوَالِدِيْكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْن فَاسْتَغْفِرُوْه إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الْرَحِيْم

 

لخطبة الثانية

اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْداً كَثِيْراً كَمَا أَمَر* وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَاماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ* وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَر* اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحِ الْغُرَر*

أَمَّا بَعْدُ: أُوْصِيكُمْ وَنَفْسيْ بِتَقْوَى اللهِ* عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى مِنْ سِمَاعِ اللَّغْوِ وَفُضُوْلِ الْخَبَر* وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَاكُمْ عَنْهُ وَزَجَر* وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِه* وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِه* وَثَلَّثَ بِكُمْ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِنْ بَرِيَّةِ جِنِّهِ وَإِنْسِه* فَقَالَ تَعَالَى مُخْبِراً وَآمِرَا* إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا آيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْماً* اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ إِمَامِ الْحَرَمَيْنِ وَصَاحِبِ الْهِجْرَتَيْنِ وَعَلَى آلِ مُحَمَّد* فَيَا أَيُّهَا الرَّاجُوْنَ مِنْهُ شَفَاعَةً صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْماً* اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّد* نُوْرِ الْقَلْبِ وَقُرَّةِ الْعَيْنِ وَعَلَى آلِ مُحَمَّد* فَيَا أَيُّهَا الْمُشْتَاقُوْنَ إِلَى رُؤْيَا جَمَالِهِ صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْماً* اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّ الرَّحْمَة* وَشَفِيْعِ الْأُمَّة* عَدَدَ مَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ وَأَحْصَاهُ كِتَابُكَ وَضَمَّه* وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ نَصَرَهُ فِيْ كُلِّ مُهِمَّة* خُصُوْصاً مِنْهُمْ ذِي الْأَصْلِ الْعَرِيْق* أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدِنَا أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيْق* وَعَلَى الزَّاهِدِ الْأَوَّاب* اَلنَّاطِقِ بِالصَّوَاب* أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدِنَا أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّاب* وَعَلَى جَامِعِ الْقُرْآن* أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدِنَا عُثْمَانَ بْنِ عَفَّان* وَعَلَى أَسَدِ اللهِ الْغَالِب* أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدِنَا عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِب* وَعَلَى وَلَدَيْهِ السَّيِّدَيْنِ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنِ وَأَبِيْ عَبْدِ اللهِ الْحُسَيْن* وَعَلَى أُمِّهِمَا الزَّهْرَاءِ الْبَتُوْلِ بِنْتِ الرَّسُوْل* وَعَلَى عَمَّيْهِ الْمُعَظَّمَيْنِ عِنْدَ اللهِ وَالنَّاس* الْمُطَهَّرَيْنِ مِنَ الْدَنَسِ وَالْأَرْجَاس* أَبِيْ عَمَارَةَ حَمْزَةَ وَأِبْي الْفَضْلِ الْعَبَّاس* وَعَلَى بَقِيَّةِ الْعَشَرَةِ الْمُبَشَّرَة* الَّذِيْنَ بَايَعُوْهُ تَحْتَ الشَّجَرَة* طَلْحَةَ الْفَيَّاضِ وَالْحَوَارِي الزُّبَيْر* وَسَعْدِ الْهُدَى وَسَعِيْدِ الْخَيْر* وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ الزَّكِيِّ الشَّاكِر* وَأَبِيْ عُبَيْدَةَ الزَّاهِدِ الزَّاهِر* رِضْوَانُ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن*

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ* رَبَّنَا إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَات* يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّات* بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن* اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِين* وَاخْذُلِ الْكَفَرَةَ وَالْمُبْتَدِعَةَ وَالْمُشْرِكِيْن* اَللّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ* اَللَّهُمَّ  مَزِّقْ جَمْعَهُمْ* اَللّهُمَّ دَمِّرْ دِيَارَهُمْ* اَللّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ دِيْنَ مُحَمَّد* وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ دِيْنَ مُحَمَّد* وَاجْعَلِ اللّهُمَّ بَلْدَتَنَا هَذِهِ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْن* وَاكْتُبِ اللَّهُمَّ السِّتْرَ وَالسَّلَامَةَ وَالْعَافِيَةَ عَلَيْنَا وَعَلَى عَبِيْدِكَ الْحُجَّاجِ وَالْغُزَاةِ وَالْمُسَافِرِيْن* فِي بَرِّكَ وَبَحْرِكَ وَجَوِّكَ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ أَجْمَعِيْن* وَاغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ* بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمِ الرَّاحِمِيْن* اَللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْقَحْطَ وَالْغَلَاءَ وَالْجَوْرَ وَالْفِتَنَ وَالْوَبَاءَ وَسَائِرَ أَنْوَاعِ الْبَلَاءِ* مِنْ بَلَدِنَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً* اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا شَرَّ الطَّاغِيْنَ وَالْبَاغِيْنَ وَالظَّالِمِيْنَ وَالْمُعْتَدِيْنَ بِمَا شِئْتَ وَكَيْفَ شِئْتَ* عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ فِيْ لُطْفٍ وَعَافِيَة* اَللّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَالرَّحْمَةَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِيْن* اَللّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَالرَّحْمَةَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الآيِسِيْن* اَللّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَالرَّحْمَةَ وَلَا تَأْخُذْنَا بِالسِّنِيْن* اللّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا يَا أَرْحَمَ ا لرَاحِمِيْن* رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار* عِبَادَ الله* {إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ} وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْم يَذْكُرْكُمْ* وَاشْكُرُوا لَهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ* وَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْلَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

 

 


Download PDF artikel ini: