Posted on 08 February 2026
Di antara pancaran rahmat Nabi ﷺ adalah kelembutan dan kasih sayangnya kepada keluarga dan anak-anak. Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Amr bin Said, dari Anas radhiyallahu anhu ia berkata:
ما رأيت أحداً كان أرحم بالعيال من رسول الله ﷺ
“Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih penyayang kepada keluarganya daripada Rasulullah ﷺ.”
Anas melanjutkan: Ibrahim, putra beliau ﷺ, disusukan di perkampungan Awali, Madinah. Maka Rasulullah ﷺ sering pergi ke sana, dan kami ikut bersama beliau. Beliau memasuki rumah itu, sementara di dalamnya tampak asap yang mengepul, yakni asap dari pekerjaan di rumah tersebut. Suami perempuan yang menyusui Ibrahim adalah seorang qain (pengrajin besi atau perhiasan). Lalu Nabi ﷺ mengambil Ibrahim, putra beliau yang sedang disusui itu, menciumnya, kemudian kembali.
Amr berkata: Ketika Ibrahim wafat, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ ابْنِي، وَإِنَّهُ مَاتَ فِي الثَّدْيِ، وَإِنَّ لَهُ لَظِئْرَيْنِ تُكَمِّلَانِ رَضَاعَهُ فِي الْجَنَّةِ
Sesungguhnya Ibrahim adalah putraku. Ia wafat dalam masa penyusuan. Dan sungguh ia memiliki dua orang penyusu yang akan menyempurnakan penyusuannya di surga. (HR Muslim)
Maksudnya, keduanya akan menyempurnakan dua tahun masa susunya di surga, karena Ibrahim wafat pada usia enam belas atau tujuh belas bulan. Demikian keterangan yang disebutkan dalam Syarh an-Nawawi.
Kasih Sayang kepada Keluarga
Di antara bentuk kasih sayang beliau kepada keluarganya adalah sikap beliau yang membantu mereka dalam urusan rumah tangga.
Diriwayatkan bahwa al-Aswad berkata: Aku bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu anha, “Apa yang dilakukan Nabi ﷺ di rumahnya?”
Beliau menjawab:
“Beliau membantu pekerjaan keluarganya. Apabila waktu shalat tiba, beliau pun keluar untuk shalat.”
Beliau bukanlah tipe lelaki yang angkuh atau merasa tinggi diri. Bahkan sering kali beliau melayani dirinya sendiri.
Dalam Musnad Ahmad dan selainnya, dari Sayidah Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata:
كان النبي ﷺ يخيط ثوبه، ويخصف نعله ويعمل ما يعمل الرجال في بيوتهم
Rasulullah ﷺ biasa menjahit pakaiannya sendiri, menambal sandalnya, dan melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan para lelaki di rumah mereka.
Beginilah akhlak manusia termulia itu. Keagungan beliau tidak menjadikannya berjarak dari keluarga. Justru di dalam rumah, tampaklah kesempurnaan kemanusiaan dan kerendahan hati beliau ﷺ, pemimpin umat, kekasih Allah, tetapi tetap menjadi suami yang lembut dan ayah yang penuh cinta.RA(*)
Sumber: Muhammad Al-Insanul Kamil, karya Sayid Al-Allamah Muhammad bin Alwi Al-Maliki