Kunjungan Penghuni Surga kepada Allah ﷻ

Posted on 04 October 2026



Allah ﷻ berfirman:

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ ۝ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

“Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri. Memandang kepada Tuhannya.” (QS. Al-Qiyamah: 22–23)

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، يَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَﷻ: تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ؟ فَيَقُولُونَ: أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا، أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ؟ قَالَ: فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ، فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ.

“Apabila penghuni surga telah memasuki surga, Allah ﷻ berfirman, ‘Apakah kalian menginginkan sesuatu yang Aku tambahkan kepada kalian?’

Mereka menjawab, ‘Bukankah Engkau telah memutihkan wajah kami, memasukkan kami ke dalam surga, dan menyelamatkan kami dari neraka?’

Kemudian Allah menyingkap hijab. Tidak ada pemberian yang lebih mereka cintai daripada memandang kepada Tuhan mereka.”

Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman Allah ﷻ :

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik dan tambahan.” (QS. Yunus: 26)

Disebutkan pula bahwa pada hari Kiamat, Allah ﷻmengutus seorang penyeru yang menyeru dengan suara yang dapat didengar oleh orang-orang yang berada di awal maupun akhir:

يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ، إِنَّ اللهَ وَعَدَكُمُ الْحُسْنَى، الْجَنَّةَ، وَالزِّيَادَةُ النَّظَرُ إِلَى رَحْمَةِ الرَّحْمَنِ.

“Wahai penghuni surga, sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian al-husna, yaitu surga. Adapun tambahannya adalah memandang kepada rahmat Ar-Rahman.”

Kunjungan pada Hari Jumat

Disebutkan bahwa penghuni surga mengunjungi Tuhan mereka pada setiap hari Jumat. Dalam kunjungan tersebut Allah ﷻ berfirman kepada mereka:

أَنَا الَّذِي صَدَقْتُكُمْ وَعْدِي، وَأَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي، هَذَا مَحَلُّ كَرَامَتِي، فَاسْأَلُونِي.

“Aku adalah Zat yang telah menepati janji-Ku kepada kalian dan melimpahkan nikmat-Ku kepada kalian. Ini adalah tempat kemuliaan-Ku. Maka mintalah kepada-Ku.”

Mereka pun meminta keridaan Allah ﷻ. Allah  ﷻ berfirman:

رِضَايَ أُحِلُّكُمْ دَارِي وَأَنَالُكُمْ كَرَامَتِي، فَاسْأَلُونِي.

“Keridaan-Ku adalah bahwa Aku menempatkan kalian di rumah-Ku dan memberikan kepada kalian kemuliaan-Ku. Maka mintalah kepada-Ku.”

Mereka terus meminta kepada-Nya hingga keinginan mereka berakhir.

Pada saat itu, dibukakan bagi mereka sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia. Kenikmatan tersebut berlangsung hingga waktu ketika orang-orang selesai dari pertemuan Jumat mereka.

Karena itu, mereka tidak membutuhkan sesuatu melebihi kebutuhan mereka terhadap hari Jumat. Pada hari tersebut kemuliaan mereka bertambah dan mereka memperoleh kesempatan untuk semakin banyak memandang kepada wajah Allah ﷻ. Karena itulah hari tersebut disebut يَوْمُ الْمَزِيدِ, Hari Tambahan.

Pertemuan Penghuni Surga dengan Allah

Dari Sahabat Ali radhiyallahu anhu disebutkan:

إِذَا سَكَنَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ أَتَاهُمْ مَلَكٌ، فَيَقُولُ: إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ أَنْ تَزُورُوهُ، فَيَجْتَمِعُونَ.

“Apabila penghuni surga telah menetap di surga, datanglah seorang malaikat kepada mereka dan berkata, ‘Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk mengunjungi-Nya.’ Maka mereka pun berkumpul.”

Allah kemudian memerintahkan Dawud alaihissalam untuk meninggikan suaranya dengan tasbih dan tahlil. Setelah itu disediakan مَائِدَةُ الْخُلْدِ, hidangan kekekalan.

Para sahabat bertanya:

يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا مَائِدَةُ الْخُلْدِ؟

“Wahai Rasulullah, apakah hidangan kekekalan itu?”

Beliau ﷺ menjawab:

زَاوِيَةٌ مِنْ زَوَايَاهَا أَوْسَعُ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ.

“Salah satu sudutnya lebih luas daripada jarak antara timur dan barat.”

Mereka kemudian makan, minum, dan diberi pakaian.

Setelah itu mereka berkata:

لَمْ يَبْقَ لَنَا إِلَّا النَّظَرُ إِلَى وَجْهِ رَبِّنَا عَزَّ وَجَلَّ.

“Tidak ada lagi yang tersisa bagi kami selain memandang wajah Tuhan kami Yang Mahamulia dan Mahagung.”

Kemudian Allah ﷻ menampakkan diri kepada mereka. Mereka pun bersujud. Lalu dikatakan kepada mereka:

لَسْتُمْ فِي دَارِ عَمَلٍ، وَإِنَّمَا أَنْتُمْ فِي دَارِ جَزَاءٍ.

“Kalian tidak lagi berada di tempat untuk beramal. Sesungguhnya kalian berada di tempat pembalasan.”

Munajat dengan Allah ﷻ

Disebutkan pula bahwa penghuni surga memiliki suatu majelis bersama Allah ﷻ. Dalam majelis tersebut Allah ﷻ menajak bicara kepada setiap orang secara khusus. Tidak seorang pun dalam majelis itu kecuali Allah ﷻ mengajak berbicara langsung kepadanya.

Allah ﷻ berfirman kepada seorang dari mereka:

يَا فُلَانُ ابْنَ فُلَانٍ، أَتَذْكُرُ يَوْمَ فَعَلْتَ كَذَا وَكَذَا؟

“Wahai Fulan bin Fulan, apakah engkau mengingat hari ketika engkau melakukan ini dan itu?”

Allah mengingatkan kepadanya sebagian kesalahan yang pernah dilakukannya di dunia. Orang itu kemudian berkata:

يَا رَبِّ، أَفَلَمْ تَغْفِرْ لِي؟

“Wahai Tuhanku, bukankah Engkau telah mengampuniku?”

Allah ﷻ menjawab:

بَلَى، بِسَعَةِ مَغْفِرَتِي بَلَغْتَ مَنْزِلَتَكَ هَذِهِ.

“Benar. Dengan luasnya ampunan-Ku, engkau mencapai kedudukanmu ini.”

Ketika mereka sedang berada dalam keadaan demikian, tiba-tiba sebuah awan menaungi mereka dari atas. Awan tersebut menurunkan kepada mereka suatu aroma harum yang belum pernah mereka temukan aroma sepertinya.

Kemudian Tuhan mereka berfirman:

قُومُوا إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لَكُمْ مِنَ الْكَرَامَةِ، فَخُذُوا مَا اشْتَهَيْتُمْ.

“Bangkitlah menuju apa yang telah Aku persiapkan bagi kalian berupa kemuliaan. Ambillah apa saja yang kalian inginkan.”RA(*)

*Sumber: Ma La Ainun Ra’at, karya Al-Allamah As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki