Orang yang Pertama Masuk Surga dan Orang yang Terakhir Masuk ke Dalamnya

Posted on 04 October 2026



Orang yang pertama kali masuk Surga adalah junjungan dan pemimpin kita, Rasulullah ﷺ, Nabi Muhammad bin ‘Abdillah ﷺ. Beliau ﷺ menjelaskan:

آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ، فَيَقُولُ: مَرْحَبًا بِكَ، أُمِرْتُ أَلَّا أَفْتَحَ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

“Aku akan mendatangi pintu Surga pada hari kiamat lalu meminta agar pintu itu dibukakan. Penjaganya bertanya, ‘Siapakah engkau?’ Aku menjawab, ‘Muhammad.’ Ia berkata, ‘Selamat datang untukmu. Aku diperintahkan untuk tidak membuka pintu ini bagi seorang pun sebelum engkau.’”

Beliau ﷺ juga bersabda:

الْجَنَّةُ حُرِّمَتْ عَلَى الْأَنْبِيَاءِ حَتَّى أَدْخُلَهَا، وَحُرِّمَتْ عَلَى الْأُمَمِ حَتَّى تَدْخُلَهَا أُمَّتِي

“Surga diharamkan bagi para nabi hingga aku memasukinya, dan diharamkan bagi umat-umat hingga umatku memasukinya.”

Urutan Orang-Orang yang Masuk Surga

Rasulullah ﷺ juga pernah ditanya tentang tingkatan manusia dalam memasuki Surga. Dari Jabir radhiyallahu anhu, disebutkan bahwa seseorang bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الْخَلْقِ أَسْبَقُ دُخُولًا إِلَى الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟

“Wahai Rasulullah, siapakah di antara makhluk yang paling dahulu masuk ke dalam Surga pada hari kiamat?”

Beliau ﷺ menjawab:

الْأَنْبِيَاءُ

“Para nabi.”

Orang itu bertanya:

ثُمَّ مَنْ؟

“Lalu siapa?”

Beliau menjawab:

الشُّهَدَاءُ

“Para syuhada.”

Ia bertanya lagi:

ثُمَّ مَنْ؟

“Lalu siapa?”

Beliau menjawab:

مُؤَذِّنُو الْكَعْبَةِ

“Para muazin Ka‘bah.”

Ia bertanya lagi:

ثُمَّ مَنْ؟

“Lalu siapa?”

Beliau menjawab:

مُؤَذِّنُو بَيْتِ الْمَقْدِسِ

“Para muazin Baitul Maqdis.”

Ia bertanya lagi:

ثُمَّ مَنْ؟

“Lalu siapa?”

Beliau menjawab:

مُؤَذِّنُو مَسْجِدِي هَذَا

“Para muazin masjidku ini.”

Ia bertanya lagi:

ثُمَّ مَنْ؟

“Lalu siapa?”

Beliau ﷺ menjawab:

سَائِرُ الْمُؤَذِّنِينَ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ

“Para muazin lainnya, sesuai dengan kadar amal mereka.”

Orang-Orang yang Banyak Memuji Allah

Di antara orang yang termasuk pertama masuk Surga adalah orang-orang yang banyak memuji Allah, yaitu mereka yang senantiasa memuji-Nya dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sulit. Mereka memuji Allah ketika memperoleh kenikmatan dan tetap memuji-Nya ketika menghadapi kesulitan.

Orang-Orang Fakir

Di antara orang yang pertama masuk Surga adalah orang-orang fakir. Disebutkan:

الْفُقَرَاءُ يَسْبِقُونَ النَّاسَ إِلَى الْجَنَّةِ

“Orang-orang fakir mendahului manusia lainnya menuju Surga.”

Kemudian para malaikat keluar menemui mereka dan berkata:

ارْجِعُوا إِلَى الْحِسَابِ

“Kembalilah untuk menjalani hisab.”

Mereka bertanya:

عَلَى مَا نُحَاسَبُ؟ وَاللَّهِ مَا أُفِيضَتْ عَلَيْنَا الْأَمْوَالُ فِي الدُّنْيَا فَنَقْبِضَ مِنْهَا وَنَبْسُطَ، وَمَا كُنَّا أُمَرَاءَ نَعْدِلُ وَنَجُورُ، وَلَكِنَّا جَاءَنَا أَمْرُ اللَّهِ فَعَبَدْنَاهُ حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ

“Untuk apa kami dihisab? Demi Allah, kami tidak memiliki harta yang melimpah di dunia sehingga kami dapat menahan atau membelanjakannya. Kami juga bukan para penguasa yang dapat berlaku adil ataupun zalim. Akan tetapi, perintah Allah datang kepada kami, lalu kami menyembah-Nya hingga kematian datang kepada kami.”

Beberapa Golongan yang Disebutkan Masuk Surga Lebih Awal

Di antara orang yang pertama masuk Surga juga disebutkan:

  • orang yang mati syahid,

  • hamba sahaya yang baik dalam beribadah kepada Tuhannya dan melaksanakan pelayanan kepada tuannya,

  • orang yang menjaga kehormatan dirinya dan hidup dalam sikap menjaga kesucian diri.

Sebaliknya, Rasulullah ﷺ menyebutkan tiga golongan yang pertama kali masuk Neraka:

وَأَمَّا أَوَّلُ ثَلَاثَةٍ يَدْخُلُونَ النَّارَ فَأَمِيرٌ مُسَلَّطٌ، وَذُو ثَرْوَةٍ مِنْ مَالٍ لَا يُعْطِي حَقَّ اللَّهِ فِي مَالِهِ، وَفَقِيرٌ فَخُورٌ

“Adapun tiga orang yang pertama kali masuk Neraka adalah seorang penguasa yang berbuat sewenang-wenang, orang kaya yang tidak menunaikan hak Allah pada hartanya, dan orang fakir yang suka membanggakan diri.”

Orang yang Terakhir Keluar dari Neraka dan Masuk Surga

Adapun orang yang terakhir keluar dari Neraka sekaligus menjadi orang yang terakhir masuk Surga, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنِّي لَأَعْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا، وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولًا الْجَنَّةَ، رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ حَبْوًا، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ، فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى، فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ، فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى، فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ، فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى، فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى، فَيَقُولُ اللَّهُ: اذْهَبْ فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا، فَيَقُولُ: أَتَسْخَرُ بِي وَأَنْتَ الْمَلِكُ؟

“Aku benar-benar mengetahui orang yang paling terakhir keluar dari Neraka dan orang yang paling terakhir masuk ke dalam Surga. Ia adalah seorang laki-laki yang keluar dari Neraka dengan merangkak. Allah berfirman kepadanya, ‘Pergilah dan masuklah ke dalam Surga.’

Ia mendatangi Surga, lalu tergambar dalam pikirannya bahwa Surga telah penuh. Ia kembali dan berkata, ‘Wahai Tuhanku, aku mendapatinya telah penuh.’

Allah berfirman kepadanya, ‘Pergilah dan masuklah ke dalam Surga.’

Ia mendatanginya, lalu tergambar dalam pikirannya bahwa Surga telah penuh. Ia kembali dan berkata, ‘Wahai Tuhanku, aku mendapatinya telah penuh.’

Allah kembali berfirman, ‘Pergilah dan masuklah ke dalam Surga.’

Ia mendatanginya, lalu tergambar dalam pikirannya bahwa Surga telah penuh. Ia kembali dan berkata, ‘Wahai Tuhanku, aku mendapatinya telah penuh.’

Kemudian Allah berfirman, ‘Pergilah, sesungguhnya bagimu seperti dunia dan sepuluh kali lipat darinya.’

Ia berkata, ‘Apakah Engkau memperolok-olokku, sedangkan Engkau adalah Raja?’”

Orang Terakhir yang Masuk Surga

Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

آخِرُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ رَجُلٌ، فَهُوَ يَمْشِي مَرَّةً، وَيَكْبُو أُخْرَى، وَتَسْفَعُهُ النَّارُ مَرَّةً، فَإِذَا جَاوَزَهَا الْتَفَتَ إِلَيْهَا، فَقَالَ: تَبَارَكَ الَّذِي نَجَّانِي مِنْكِ، لَقَدْ أَعْطَانِي اللَّهُ شَيْئًا مَا أَعْطَاهُ أَحَدًا مِنَ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ

“Orang terakhir yang masuk Surga adalah seorang laki-laki. Suatu kali ia berjalan, pada kali lain ia tersungkur, dan api Neraka menyambar dirinya pada suatu kesempatan. Setelah ia berhasil melewatinya, ia menoleh ke arah Neraka dan berkata, ‘Mahasuci Allah yang telah menyelamatkanku darimu. Sungguh, Allah telah memberiku sesuatu yang belum pernah diberikan kepada seorang pun, baik dari orang-orang terdahulu maupun orang-orang kemudian.’”

Kemudian diperlihatkan kepadanya sebuah pohon. Ia berkata:

أَيْ رَبِّ، أَدْنِنِي مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ لِأَسْتَظِلَّ بِظِلِّهَا، وَأَشْرَبَ مِنْ مَائِهَا

“Wahai Tuhanku, dekatkanlah aku kepada pohon ini agar aku dapat berteduh di bawah naungannya dan minum dari airnya.”

Allah ﷻ berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ، لَعَلِّي إِنْ أَعْطَيْتُكَهَا تَسْأَلُنِي غَيْرَهَا؟

“Wahai anak Adam, barangkali jika Aku memberikannya kepadamu, engkau akan meminta yang lainnya kepada-Ku?”

Ia menjawab:

لَا يَا رَبِّ

“Tidak, wahai Tuhanku.”

Ia berjanji kepada Allah ﷻ bahwa dirinya tidak akan meminta yang lain. Namun Allah memakluminya, karena ia melihat sesuatu yang tidak mampu ia tahan untuk tidak memintanya. Maka Allah mendekatkannya kepada pohon tersebut. Ia pun berteduh di bawah naungannya dan minum dari airnya.

Kemudian diperlihatkan kepadanya pohon lain yang lebih indah daripada pohon pertama. Ia berkata:

أَيْ رَبِّ، أَدْنِنِي مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ لِأَشْرَبَ مِنْ مَائِهَا، وَأَسْتَظِلَّ بِظِلِّهَا، وَلَا أَسْأَلُكَ غَيْرَهَا

“Wahai Tuhanku, dekatkanlah aku kepada pohon ini agar aku dapat minum dari airnya dan berteduh di bawah naungannya. Aku tidak akan meminta yang lain kepada-Mu.”

Allah ﷻ berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ، أَلَمْ تُعَاهِدْنِي أَنْ لَا تَسْأَلَنِي غَيْرَهَا؟

“Wahai anak Adam, bukankah engkau telah berjanji kepada-Ku bahwa engkau tidak akan meminta yang lain?”

Kemudian Allah ﷻ mendekatkannya kepada pohon tersebut. Ketika telah dekat dengannya, ia mendengar suara-suara para penghuni Surga. Ia pun berkata:

أَيْ رَبِّ، أَدْخِلْنِيهَا

“Wahai Tuhanku, masukkanlah aku ke dalamnya.”

Allah ﷻ berfirman:

أَيُرْضِيكَ إِنْ أَعْطَيْتُكَ الدُّنْيَا وَمِثْلَهَا مَعَهَا؟

“Apakah engkau akan merasa puas jika Aku memberikan kepadamu dunia dan yang semisal dengannya bersamanya?”

Ia berkata:

يَا رَبِّ، أَتَسْتَهْزِئُ بِي وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؟

“Wahai Tuhanku, apakah Engkau memperolok-olokku, sedangkan Engkau adalah Tuhan seluruh alam?”

Allah ﷻ berfirman:

إِنِّي لَا أَسْتَهْزِئُ مِنْكَ، وَلَكِنِّي عَلَى مَا أَشَاءُ قَادِرٌ

“Sesungguhnya Aku tidak memperolok-olokmu. Akan tetapi, Aku Mahakuasa atas apa yang Aku kehendaki.”RA(*)

*Sumber: Ma La Ainun Ra’at, karya Al-Allamah As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki