Pakaian, Perhiasan, Tempat Tidur, Dipan, dan Ranjang Penghuni Surga

Posted on 30 September 2026


 


Allah ﷻ memberitahukan bahwa pakaian penghuni surga terbuat dari sutra, sundus yang berwarna hijau, dan istabraq (sutra tebal). Allah ﷻ berfirman:

وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

“Dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra.” (QS. Al-Hajj: 23)

Allah ﷻ berfirman:

يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِنْ سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ

“Mereka di dalamnya diberi perhiasan berupa gelang-gelang dari emas dan mengenakan pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sambil bersandar di atas dipan-dipan.” (QS. Al-Kahfi: 31)

Allah ﷻ juga berfirman:

عَلَيْهِمْ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ

“Mereka mengenakan pakaian sutra halus berwarna hijau dan sutra tebal, serta dikenakan kepada mereka gelang-gelang dari perak.”(QS. Al-Insan: 21)

Allah ﷻ berfirman:

وَفُرُشٍ مَرْفُوعَةٍ

“Dan kasur-kasur yang ditinggikan.” (QS. Al-Waqi‘ah: 34)

Allah ﷻ berfirman:

مُتَّكِئِينَ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ

“Mereka bersandar di atas dipan-dipan yang bagian dalamnya terbuat dari sutra tebal.” (QS. Ar-Rahman: 54)

Allah ﷻ juga berfirman:

حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ

“Di dalam kemah-kemah itu terdapat bidadari-bidadari yang dipingit.” (QS. Ar-Rahman: 72)

Sundus dan Istabraq

Sundus adalah jenis kain sutra yang halus dan tipis dari kain dibaj. Adapun istabraq adalah jenis dibaj yang lebih tebal. Keduanya merupakan jenis kain sutra.

Warna hijau merupakan salah satu warna yang paling indah. Dengan demikian, pakaian penghuni surga menghimpun keindahan yang dapat dinikmati oleh mata sekaligus kelembutan yang dapat dirasakan oleh tubuh.

Perhatikan pula makna lafaz عَالِيَهُمْ  yang menunjukkan bahwa pakaian tersebut tampak jelas dan menghiasi bagian luar tubuh mereka. Pakaian itu bukan sekadar pakaian dalam yang tersembunyi, tetapi merupakan pakaian luar yang dikenakan untuk menambah keindahan dan perhiasan.

Pakaian tersebut bisa jadi merupakan pakaian para pelayan muda yang berkeliling melayani penghuni surga. Mereka mengenakan pakaian dari sundus dan istabraq. Bisa pula pakaian tersebut merupakan pakaian para penghuni surga yang dilayani oleh para pelayan muda tersebut.

Keindahan Lahir dan Batin

Di dalam kenikmatan surga, Allah ﷻ menghimpunkan berbagai jenis perhiasan lahir dan batin. Bagian batin dihiasi dengan minuman yang menyucikan:

وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

“Dan Tuhan mereka memberikan kepada mereka minuman yang suci.” (QS. Al-Insan: 21)

Tangan dan lengan dihiasi dengan gelang:

وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ

“Dan mereka dikenakan gelang-gelang dari perak.” (QS. Al-Insan: 21)

Sedangkan tubuh mereka dihiasi dengan pakaian sutra:

وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

“Dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra.” (QS. Al-Hajj: 23)

Dengan demikian, kenikmatan tersebut mencakup keindahan batin melalui minuman yang suci serta keindahan lahir melalui pakaian dan perhiasan.

Pakaian yang Tumbuh dari Buah-Buahan Surga

Sahabat Ibnu Umar radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

يَا رَسُولَ اللهِ، أَخْبِرْنَا عَنْ ثِيَابِ أَهْلِ الْجَنَّةِ، أَخَلْقٌ يُخْلَقُ أَمْ نَسِيجٌ يُنْسَجُ؟

“Wahai Rasulullah, beritahukan kepada kami tentang pakaian penghuni surga. Apakah pakaian itu diciptakan sebagaimana pakaian biasa diciptakan, atau ditenun sebagaimana kain ditenun?”

Sebagian orang yang hadir tertawa. Rasulullah ﷺ bersabda:

مِمَّ تَضْحَكُونَ؟ مِنْ جَاهِلٍ سَأَلَ عَالِمًا؟

“Apakah yang membuat kalian tertawa? Apakah karena orang yang tidak mengetahui bertanya kepada orang yang mengetahui?”

Kemudian beliau ﷺ bersabda:

بَلْ تَشَقَّقُ عَنْهَا ثَمَرُ الْجَنَّةِ مَرَّتَيْنِ.

“Bahkan, pakaian itu keluar dari buah-buahan surga sebanyak dua kali.”

Pohon yang Menumbuhkan Pakaian

Dari Abu al-Khair Martsad bin Abdullah disebutkan:

فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةٌ تَنْبُتُ السُّنْدُسَ، مِنْهُ يَكُونُ ثِيَابُ أَهْلِ الْجَنَّةِ.

“Di dalam surga terdapat sebuah pohon yang menumbuhkan sundus. Dari pohon itulah pakaian penghuni surga dibuat.”

Dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu disebutkan:

إِنَّ دَارَ الْمُؤْمِنِ دُرَّةٌ مُجَوَّفَةٌ، فِيهَا أَرْبَعُونَ بَيْتًا، فِي وَسَطِهَا شَجَرَةٌ تَنْبُتُ الْحُلَلَ، فَيَأْخُذُ بِأُصْبُعَيْهِ سَبْعِينَ حُلَّةً مُنَظَّمَةً بِاللُّؤْلُؤِ وَالزَّبَرْجَدِ وَالْمَرْجَانِ.

“Sesungguhnya rumah seorang mukmin berupa mutiara yang berongga. Di dalamnya terdapat empat puluh rumah. Di tengahnya terdapat sebuah pohon yang menumbuhkan pakaian-pakaian. Ia dapat mengambil dengan kedua jarinya tujuh puluh pakaian yang dihiasi dengan mutiara, zabarjad, dan marjan.”

Mahkota dan Perhiasan Penghuni Surga

Dari Sahabat Abu Sa‘id al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi ﷺ membaca firman Allah:

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا

“(Yaitu) surga-surga ‘Adn yang mereka masuki. Di dalamnya mereka diberi perhiasan berupa gelang-gelang dari emas dan mutiara.” (QS. Fathir: 33)

Kemudian beliau ﷺ bersabda:

إِنَّ عَلَيْهِمُ التَّيَاجَانِ، إِنَّ أَدْنَى لُؤْلُؤَةٍ مِنْهَا لَتُضِيءُ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ.

“Sesungguhnya mereka mengenakan mahkota-mahkota. Mutiara yang paling kecil di antaranya saja dapat menerangi jarak antara timur dan barat.”

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

لَوْ أَنَّ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ حِلْيَةً عَادَلَتْ حِلْيَتُهُ بِحِلْيَةِ أَهْلِ الدُّنْيَا جَمِيعًا، لَكَانَ مَا يُحَلِّيهِ اللهُ بِهِ فِي الْآخِرَةِ أَفْضَلَ مِنْ حِلْيَةِ أَهْلِ الدُّنْيَا.

“Seandainya perhiasan penghuni surga yang paling rendah saja dibandingkan dengan seluruh perhiasan penduduk dunia, niscaya perhiasan yang Allah berikan kepadanya di akhirat lebih utama daripada seluruh perhiasan penduduk dunia.”RA(*)

*Sumber: Ma La Ainun Ra’at, karya Al-Allamah As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki