Posted on 26 September 2026
Allah Ta‘ala berfirman:
وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya dan pintu-pintunya telah dibukakan, para penjaganya berkata kepada mereka, ‘Kesejahteraan atas kalian, berbahagialah kalian! Maka masuklah ke dalamnya, kalian kekal di dalamnya.’(QS. Az-Zumar: 73)
Allah ﷻ juga berfirman:
جَنَّاتُ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً لَهُمُ الْأَبْوَابُ
“(Yaitu) surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka.” (QS. Shad: 50)
Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa pintu-pintu surga berjumlah delapan. Setiap orang yang memiliki amal tertentu akan dipanggil melalui pintu yang sesuai dengan amalnya. Orang-orang yang gemar berpuasa memiliki pintu khusus yang disebut Ar-Rayyan. Pada hari kiamat akan dikatakan:
أَيْنَ الصَّائِمُونَ؟
“Di manakah orang-orang yang gemar berpuasa?”
Mereka pun masuk melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir dari mereka masuk, pintu itu ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang masuk melaluinya lagi.
Ada pula sebuah pintu yang disebut sebagai pintu Dhuha. Pada hari kiamat akan datang seruan, “Di manakah orang yang selalu melaksanakan Shalat Dhuha, inilah pintu kalian, Masuklah dengan rahmat Allah.”
Adapulah pintu khusus untuk mereka yang senantiasa membagikan makanan bagi orang mukmin sampai kenyang. Ada pula puntu bagi orang yang selalu menjaga shalat. Orang yang termasuk ahli salat akan dipanggil dari pintu salat. Orang yang termasuk ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah. Demikian pula orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah akan dipanggil dari pintu infak.
Mereka Yang Dipanggil Dari Semua Pintu Surga
Allah ﷻ juga memberikan keutamaan kepada sebagian hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam berbagai macam kebaikan, sehingga mereka dipanggil dari seluruh pintu tersebut. Sahabat Abu Bakar radhiyallahu anhu pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ:
هَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْهَا كُلِّهَا؟
“Apakah ada seseorang yang dipanggil dari seluruh pintu tersebut?”
Beliau ﷺ menjawab:
نَعَمْ، وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ.
“Ya, dan aku berharap engkau termasuk di antara mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)
Maksudnya, ia dipanggil dari seluruh pintu sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan, kemudian ia masuk melalui pintu yang amalnya paling dominan.
Pintu-pintu surga tersebut dapat terbuka bagi orang yang memiliki berbagai amal kebajikan di dunia. Di antara amalan yang menjadi sebab terbukanya seluruh pintu-pintu surga adalah menyempurnakan wudu kemudian membaca:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu… sampai akhir
Jika ia melakukannya maka semua pintu-pintu surga yang delapan akan terbuka dan ia dapat masuk dari pintu surga manapun yang ia inginkan.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa doa setelah wudhu yang dibaca adalah:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَالنَّارَ حَقٌّ.
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku bersaksi bahwa Isa adalah hamba Allah, putra hamba perempuan-Nya, kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, dan ruh dari-Nya. Aku juga bersaksi bahwa surga adalah benar dan neraka adalah benar.”
Di antara mereka yang dibukakan baginya delapan pintu surga adalah orang yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya yang belum mencapai usia balig. Anak-anak tersebut menjadi menunggunya di delapan pintu surga sehingga ia dapat masuk melalui pintu mana saja yang dikehendakinya.
Demikian pula seorang perempuan yang melaksanakan salat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadan, menjaga kehormatannya, dan menaati suaminya akan dikatakan kepadanya:
ادْخُلِي مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ.
“Masuklah dari pintu surga mana saja yang engkau kehendaki.”
Barang siapa memiliki dua anak perempuan atau dua saudara perempuan atau dua bibi dari pihak ayah, atau dua bibi dari pihak ibu, kemudian ia memperlakukan mereka dengan baik, maka akan dibukakan baginya delapan pintu surga.
Luasnya Pintu Surga
Mengenai luasnya pintu-pintu surga, disebutkan dalam riwayat Muslim dari ‘Utbah bin Ghazwan radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
ذُكِرَ لَنَا أَنَّ مَا بَيْنَ مِصْرَاعَيْنِ مِنْ مَصَارِيعِ الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ أَرْبَعِينَ سَنَةً، وَلَيَأْتِيَنَّ عَلَيْهِ يَوْمٌ وَهُوَ كَظِيظٌ مِنَ الزِّحَامِ.
“Disebutkan kepada kami bahwa jarak antara dua daun pintu dari pintu-pintu surga adalah perjalanan selama empat puluh tahun. Namun, akan datang suatu hari ketika pintu tersebut penuh sesak karena banyaknya orang.”
Dalam riwayat lain Rasulullah ﷺ bersabda:
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنَّ مَا بَيْنَ مِصْرَاعَيْنِ مِنْ مَصَارِيعِ الْجَنَّةِ لَكَمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَهَجَرَ، أَوْ كَمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَبُصْرَى.
“Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya jarak antara dua daun pintu dari pintu-pintu surga adalah seperti jarak antara Makkah dan Hajar, atau seperti jarak antara Makkah dan Busra.”
Imam Qatadah berkata bahwa pintu-pintu surga tersebut merupakan pintu-pintu yang bagian luarnya dapat terlihat dari bagian dalamnya, dan bagian dalamnya dapat terlihat dari bagian luarnya. Pintu-pintu itu berbicara dan dapat memahami apa yang dikatakan kepadanya. Ketika dikatakan kepadanya, “Terbukalah dan jangan tertutup,” maka ia pun terbuka dan tidak tertutup.
Dengan demikian, surga memiliki delapan pintu yang luas. Setiap pintu berkaitan dengan berbagai amal kebajikan, dan para penghuni surga akan memasuki pintu-pintu tersebut sesuai dengan amal yang mereka kerjakan.RA(*)
*Sumber: Ma La Ainun Ra’at, karya Al-Allamah As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki