Sebagian Kalam Al-Quthb Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf Gresik

Posted on 23 June 2024


Berikut ini adalah sebagian dari kalam Al-Quthb Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf Gresik yang diambil dari catatan murid beliau, Al-Habib Muhammad bin Hud Assegaf.

·        Pentingnya Berpenampilan Islami

Beliau radhiyallahu anhu berkata:     

شو خصلة واحدة الزموها هو لي تصلح وهي لي تفسد وهي الهيئة، أقيموا الظاهر والباطن أمره إلى الله، والإنسان لو كان باطنه خارب وأصلح ظاهره باطنه بايصلح إن شاء الله، ولا يقول الإنسان إن سريرته صالحة وإن كان ظاهره غير صالح شو ما صلاح الباطن إلا بصلاح الظاهر، الشريعة تحكم بالظاهر وأهل العلم يقولون الظاهر عنوان الباطن، والهيئة تأمر بالمعروف وتنهى عن المنكر مثال ذلك إذا استعملتم لباس أهلكم وشرفكم باتقدرون تدخلون به مجالس أهل اللهو؟ لا بل با تدخلون به مجالس الخير، وأما إذا ستعملتم غير لباس أهلكم وشرفكم وتزيوا بغير زيهم وعبرتم في مكان فيه مجلس أهل الخير باتقدرون تحضرون ذلك المجلس، لا بل هذ الزي بايأنيكم وبايدخلكم في مجالس أهل اللهو فصارت الهيئة تأمر بالمعروف وتنهى عن المنكر والعكس بالعكس أو كما قال

Perhatikanlah satu hal ini, dan tetapilah itu, sebab itu dapat menjadikan baik dan dapat pula menjadikan buruk, yaitu Penampilan Islami. Perbaiki lahiriyah kalian. Sedangkan batin, itu dikembalikan kepada Allah. Andai seseorang memiliki batin yang rusak, namun ia memperbaiki penampilan lahiriyahnya (dengan penampilan islami) maka batinnya akan menjadi baik dengan izin Allah.

Jangan engkau katakan, yang terpenting manusia memiliki hati yang baik walaupun penampilannya tidak baik. Perhatikanlah bahwa kebaikan hati tidak akan terjadi tanpa kebaikan penampilan. Syariat kita menghukum berdasarkan keadaan zahirnya. Para ulama mengatakan: Penampilan lahiriyah adalah tanda keadaan batin.

Penampilan juga dapat mengajak kepada kebaikan dan melarang perbuatan munkar. Contohnya, jika kalian memakai pakaian Islami seperti pakaian kaum dan orang-orang mulia kalian, apakah kalian akan masuk ke tempat yang berisi kelalaian? Tentunya tidak, akan tetapi kalian akan masuk ke majelis-majelis kebaikan. Adapun jika kalian menggunakan pakaian tidak Islami, bukan pakaian kaum dan orang mulia kalian, kalian berpenampilan tidak sesuai dengan penampilan Islami kalian, lalu kalian melewati tempat yang di sana diadakan majelis kebaikan, apakah kalian mampu untuk menghadiri majelis itu ? Tidak, akan tetapi pakaian kalian akan memasukkan kalian kepada tempat-tempat yang berisi kelalaian. Maka menjadi jelas bahwa penampilan (Islami) bisa mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kemunkaran, dan penampilan yang sebaliknya akan mengajak kepada sebaliknya.

·        Saling Menyayangi Dapat Menghalau Bala

Beliau radhiyallahu anhu berkata mengenai keutamaan hidup harmonis dan saling menyayangi:                                       

إنه مهما كان أهل بلدة أو قرية مؤتلفين ومتحابين لا اختلاف بينهم ولا تحاسد ولا تباغض فإن البلاء الذي عليهم يبقى معلق بين السماء والأرض يأخذ السنة والسنتين فأكثر ويطرح البركة في معاشهم ببركة ائتلافهم وتوددهم فإذا تباغض أو تحاسد بعضهم بعضا فإن ذلك يخرق الحجاب الذي بينهم وبين البلاء ويحل بهم المصائب والآفات فإن البلاء يعم والرحمة نخص. وأهل هذا الزمان لما أنهم مخالفون ومتحاسدون ومتباغضون بعضهم بعضا حلت بهم البلايا والمحن ونزعت منهم البركة

Jika masyarakat suatu kota atau desa saling hidup harmonis dan saling mencintai. Tidak ada perselisihan di antara mereka, tidak ada saling iri dengki, tidak ada saling bermusuhan maka bencana yang semestinya menimpa mereka akan tetap tergantung di antara langit dan bumi. Bencana itu diam selama setahun, dua tahun atau lebih. Keberkahan pun akan dianugerahkan dalam kehidupan mereka karena berkat saling harmonis dan kasih sayang mereka.

Namun jika sebagian mereka saling membenci, saling iri hari kepada yang lainnya. Maka itu akan merobek hijab yang menghalangi mereka dari bencana, maka akan menimpa kepada mereka berbagai musibah dan penyakit. Sebab bala akan menyeluruh, sedangkan rahmat datang secara khusus.

Orang-orang yang berada di zaman ini, ketika mereka saling berselisih, saling iri, saling bermusuhan maka banyak bencana dan musibah yang menimpa mereka serta keberkahan pun dicabut dari mereka.

·        Keutamaan Sedekah

Kemudian Beliau radhiyallahu anhu berkata mengenai sedekah:

مثل ذلك تحجب المتصدق من البلاء وفي الأثر أو الخبر الإنسان في ظل صدقته والصدقة تنفع مما نزل ومما لم ينزل وقال رسو ل الله صلى الله عليه وسلم :"داووا مرضاكم بالصدقة. الصدقة " تخرج الداء من المريض لهذا ترى المساكين وذوي الحاجات في ابتلاء وأمراض لأنهم تحملوا المصايب حق الناس والصدقة ترياق ودواء نافع مجرد... إلى أن قال : وفي حديث الرسول صلى الله عليه وسلم "ما نقص مال من صدقة بل يزداد بل يزداد بل يزداد" الذي يظهر لي معناه أن الله يطرح البركة فيه إلى عيال العيال ثالث درجة وفي زماننا هذا ترى صاحب الثروة والمال الكثير يصبحون أولادهم بعد موته فقراء لقلة صدقتهم أو وضعت في غير مواضعها أو كما قال

Demikian juga sedekah dapat mengalau bencana. Dalam sebuah atsar atau khabar dikatakan: Manusia berada dalam naungan sedekahnya. Sedekah bermanfaat untuk menghalau bala yang sudah menimpa atau yang belum menimpa. Rasulullah bersabda: “Obati orang yang sakit kalian dengan bersedekah.” Sedekah dapat mengeluarkan penyakit dari orang yang sakit. Oleh sebab itu engkau dapat melihat orang-orang miskin dan yang memerlukan mendapatkan ujian berbagai penyakit, sebab mereka menanggung musibah-musibah yang ada pada manusia. Sedekah adalah penawar dan obat yang bermanfaat.

Dalam Hadits Rasul bersabda: “Tidak akan berkurang harta karena sebab sedekah. Akan tetapi bertambah.. Akan tetapi bertambah.. Akan tetapi bertambah.” Nampak maknanya bahwa Allah akan memberikan keberkahan di dalamnya kepada keluarga sampai generasi keluarga ketiga. Di zaman ini, engkau dapat saksikan orang yang memiliki kekayaan dan harta yang banyak, anak-anak mereka menjadi fakir setelah kematian mereka. Itu karena sedikitnya sedekah mereka. Atau mereka mengeluarkan sedekah di tempat yang salah.



·        Bergaul Sewajarnya

Beliau radhiyallahu anhu berkata :    

الإنبساط مجذبة لقرناء السوء والانقباض مجذبة للعداوة فكن بينهما تنجو وتسلم

Terlalu ramah dapat mengundang sahabat yang tidak baik. Terlalu tidak ramah dapat mengundang musuh. Maka jadikan engkau berada di antara keduanya, maka engkau akan selamat dan aman.

                                            

·        Husnudzon

Beliau radhiyallahu anhu berkata:

والمرء إن يعتقد شيئا وليس كما يظنه لم بخب والله يعطيه وحسن الظن مغناطيس قوي وإكسير مجرب نافع

Apabila seseorang memiliki pransangka baik atas sesuatu, namun ternyata kenyataannya tidak seperti yang ia sangka, maka ia tidak akan kecewa sebab Allah akan memberikan (sesuai dengan prasangkanya). Prasangka baik bagaikan maghnet yang kuat, dan obat yang mujarab dan bermanfaat.


·        Mengajak Anak Untuk Menghadiri Majelis kebaikan

Beliau radhiyallahu anhu berkata tentang majelis kebaikan:

إن حد معه أولاد يأمرونهم لحضور هذه المجالس لأجل ينظرون ويقتدون لأن النظر يصل إلى القلب كما ما قلنا لكم ويتباركون بهؤلاء ويشير بيده إلى الشيابة الحاضرين

Jika ada yang memiliki anak, hendaknya ia memerintahkannya untuk menghadiri majelis-majelis seperti ini. Agar ia dapat melihat dan meneladani (sikap para ulama yang ada di majelis itu). Memandang dapat sampai ke hati, sebagaimana telah kami katakan. Dan agar mereka dapat mengambil keberkahan dari para orang tua yang hadir ini (beliau mengisyaratkan dengan tangannya kepada para tokoh yang hadir).



·        Majelis kebaikan akan mendatangkan kebaikan

Beliau radhiyallahu anhu berkata tentang majelis kebaikan:

ومجالس الخير واهله يجذب إلى الخير قال الله تعالى يحبهم ويحبونه وشوها علامة إذ كان الإنسان يحب الخير وأهله علامة بأن ربه يحبه وإذا كان بعكسه كذلك بعكسه

Majelis-majelis yang berisi kebaikan serta orang-orang yang baik akan menarik kepada kebaikan. Allah berfirman:

يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ

Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya. (QS Al Maidah : 54)

Perhatikan ini, jika seseorang mencintai kebaikan dan orang yang baik itu adalah tanda bahwa Tuhannya mencintainya. Jika sebaliknya, maka yang terjadi adalah sebaliknya.



·        Sifat Penghuni Surga

Beliau radhiyallahu anhu berkata mengenai ayat:

وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka. (QS Al-Hijr : 47)

هذا وصف أهل الجنة وعادهم في الدنيا نزه الله صدورهم من الغل والحقد والحسد ولا يكون من أهل الجنة من في قلبه شيء من ذلك على المسلمين، والحاسد معاند لربه يقول بلسان حاله لماذا أعطيت فلان. والإنسان بحسب طاقته يترك الحقد والحسد الله يصلح وينزه قلوبنا وقلوبكم من الأمراض القلبية ويهدينا ويهديكم لسلوك السبيل السوية آمين أو كما قال

Inilah sifat penghuni surga. Saat mereka masih di dunia, Allah mensucikan hati mereka dari sifat dendam, dengki, dan iri hati.  Tidak termasuk penghuni surga, seorang yang di hatinya masih ada sebagian sifat ini terhadap sesama muslim. Orang yang memiliki sifat iri hati adalah seorang yang menentang Tuhannya. Sebab lisan dari keadaannya seakan mengatakan kepada Tuhannya “Mengapa Engkau memberi anugerah kepada Fulan?”

Hendaknya seorang manusia meninggalkan sifat dengki dan iri sekuat kemampuannya. Semoga Allah memperbaiki dan mensucikan hati kami dan hati kalian dari penyakit-penyakit hati, dan memberi petunjuk kepada kami dan kalian untuk menjalani jalan yang lurus.. Aamiin ya robbal alamiin.



·        Kitab-kitab salaf

Beliau radhiyallahu anhu berkata:

كتب السلف كلها نور وفرق بين تصانيف الأولين والمتأخرين الأولون كلامهم خرج من قلب والروح وأما المتأخرن كلامهم من للنفس كلها نفوس او كما قال

Kitab-kitab salaf semuanya penuh dengan cahaya. Ada perbedaan besar antara susunan para ulama terdahulu dan masa kini. Para ulama terdahulu ucapan mereka keluar tulus dari hati dan ruh. Adapun orang-orang di masa kini, ucapan mereka berasal dari ambisi nafsunya, semuanya berupa hawa nafsu.


·        Pentingnya Belajar Melalui Syekh (guru)

Beliau radhiyallahu anhu berkata:

الذي يتعلم العلم لحاجات نفسه وإن كثر علمه وبلغ ما بلغ من العلم ما يدخل ولا يحسب من جملة أهل العلم والذي يتعلم العلم ويأخذه من شيخ ولو حتى مسألة ويعلم الناس هذا أفضل أو كما قال

Orang yang mempelajari ilmu hanya untuk keperluan pribadinya saja, walaupun ilmunya banyak dan sampai derajat keilmuan yang tinggi maka ia tidak termasuk dan tidak dianggap sebagai ahli ilmu. Sedangkan orang yang mempelajari ilmu dan menimba ilmu dari seorang syekh walaupun hanya satu masalah, kemudian mengajarkannya kepada orang lain maka ia lebih utama.

·        Sifat Seorang Pendakwah

Beliau radhiyallahu anhu berkata :    

الداعي إلى الله لا بد ما تجتمع فيه أربع خصال الزهد والعلم والعقل والمداراة وإذا نقصت خصلة من هذه الأربعة ما يكون لوعظه تأثير ولا تظهر النتيجة أو كما قال

Seorang pendakwah ke jalan Allah, ia harus menghimpun empat sifat: Zuhud (tidak cinta dunia), berilmu, berakal, dan pandai bersikap. Jika ia tidak memiliki satu saja sifat dari sifat-sifat  yang empat ini, maka nasihatnya tidak akan membekas, dan tidak akan nampak hasilnya.



·        Jangan Meninggalkan Dzikir

Beliau radhiyallahu anhu berkata :    

الإنسان لا يترك الذكر ولو حتى في شغله وكذلك المحترف في حرفته لأنه لو ذكر الله يمكنه ذلك بخلاف الأعمال الثانية لها وقت ولها حد والقلب إذا فقد الذكر أظلم لأن القلب الخالي من الذكر كالبيت المظلم الخالي من اليراج والذكر قربة إلى الله وله نور المشرق في القلب وله التأثير في جلاء القلوب ..

Janganlah seorang meninggalkan dzikir walaupun ia sedang dalam kesibukannya. Demikian pula seorang pekerja dalam pekerjaannya, sebab ia bisa berdzikir sambil berkerja. Berbeda dengan amal lain yang memiliki waktu dan batas tertentu. Apabila hati kosong dari dzikir maka ia menjadi gelap, sebab hati yang kosong  dari dzikir seperti ruangan yang gelap tanpa lampu. Dzikir adalah ibadah yang dapat mendekatkan kepada Allah. Ia memiliki cahaya yang menerangi hati dan memiliki pengaruh untuk mensucikan hati.

Demikian sebagian dari kalam Al-Habib Al-Quthb Abubakar bin Muhammad Assegaf. Semoga kita semua mendapatkan manfaat dan keberkahan beliau, aamiin ya robbal alamiin. RA(*)