Sungai-Sungai Surga

Posted on 30 September 2026



Allah ﷻ berfirman:

تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

“Mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. Ali ‘Imran: 136)

Allah ﷻ berfirman:

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى

“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat bagi orang-orang yang meminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang telah disaring.” (QS. Muhammad: 15)

Allah ﷻ menyebutkan empat jenis sungai tersebut dan meniadakan pada sungai-sungai surga segala hal merusak yang biasa terjadi pada minuman tersebut di dunia.

Air dapat menjadi keruh, berbau, dan berubah karena terlalu lama tergenang. Susu dapat berubah rasanya menjadi masam dan menjadi rusak. Khamar di dunia memiliki rasa yang tidak menyenangkan dan menyebabkan mabuk yang dapat menghilangkan kenikmatan meminumnya. Adapun madu dapat tercampur dengan berbagai kotoran dan tidak lagi murni. Di surga, semua kekurangan tersebut tidak ada.

Empat Jenis Sungai dengan Kenikmatan yang Sempurna

Di antara tanda kekuasaan Allah ﷻ adalah Dia mengalirkan sungai-sungai dari jenis minuman yang di dunia tidak biasa mengalir sebagai sungai. Sungai-sungai tersebut mengalir tanpa harus berada di dalam aliran atau cekungan tertentu, sekaligus terbebas dari berbagai kekurangan yang dapat mengurangi kenikmatan meminumnya.

Demikian pula khamar surga terbebas dari seluruh kerusakan khamar dunia, seperti menyebabkan sakit kepala, menghilangkan akal, menimbulkan perkataan sia-sia, dan menghilangkan kenikmatan minumnya.

Khamar dunia memiliki banyak dampak buruk. Ia dapat menghilangkan akal, memperbanyak perkataan sia-sia, menghabiskan harta, dan menyebabkan sakit kepala. Rasanya pun tidak baik. Ia merupakan sesuatu yang tercela dan termasuk perbuatan setan yang dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara manusia, menghalangi seseorang dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, serta dapat menyeret kepada berbagai perbuatan buruk. Khamar juga dapat menghilangkan rasa malu dan kehormatan, menimbulkan penyesalan dan kehinaan, serta mendorong seseorang melakukan berbagai dosa dan kemaksiatan. Ia dapat menyebabkan seseorang menyia-nyiakan harta yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya.

Betapa banyak peperangan yang dipicu olehnya, orang kaya yang jatuh miskin karenanya, orang mulia yang menjadi hina, orang terhormat yang kehilangan kedudukannya, kenikmatan yang berubah menjadi malapetaka, kasih sayang yang berubah menjadi permusuhan.

Betapa banyak pula hubungan antara seseorang dan orang yang dicintainya menjadi rusak karena khamar. Ia dapat menghilangkan ketenangan hati, menimbulkan penyesalan, dan menyebabkan air mata. Ia menutup pintu-pintu kebaikan bagi orang yang meminumnya dan membuka pintu-pintu keburukan. Ia dapat menjerumuskan seseorang ke dalam berbagai musibah, mempercepat kebinasaan, serta mendatangkan kehinaan dan berbagai cobaan.

Karena itu, khamar merupakan penghimpun berbagai dosa, kunci berbagai keburukan, penghilang berbagai kenikmatan, dan penyebab datangnya berbagai malapetaka.

Cukuplah sebagai salah satu keburukan khamar bahwa khamar dunia dan khamar surga tidak akan berkumpul dalam perut seorang hamba. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَشْرَبْهَا فِي الْآخِرَةِ

“Barang siapa meminum khamar di dunia, ia tidak akan meminumnya di akhirat.”

Berbagai kerusakan yang terdapat pada khamar dunia sebenarnya jauh lebih banyak daripada yang telah disebutkan. Semua kerusakan tersebut tidak terdapat pada khamar surga.

Mengapa Air Surga Disebut Tidak Berubah?

Jika ada yang bertanya, sungai-sungai surga disebut sebagai sungai yang mengalir. Bukankah air yang mengalir tidak menjadi basi atau berbau? Lalu apa faedah penyebutan غَيْرِ آسِنٍ “tidak berubah”?

Jawabannya, air yang mengalir memang tidak mudah menjadi basi. Namun apabila air tersebut diambil dan kemudian dibiarkan dalam waktu yang lama, ia dapat berubah. Adapun air surga tidak mengalami perubahan tersebut, betapapun lama ia berada di sana.

Empat Sungai dan Fungsinya

Perhatikan bagaimana empat jenis sungai tersebut berkumpul di surga. Keempatnya merupakan minuman terbaik yang dikenal manusia, dan masing-masing memiliki kenikmatan tersendiri:

  • Air untuk menghilangkan dahaga dan bersuci.

  • Susu untuk kekuatan dan makanan.

  • Khamar untuk kenikmatan dan kegembiraan.

  • Madu untuk kesembuhan dan kemanfaatan.

Dengan demikian, berbagai kebutuhan penghuni surga terpenuhi melalui minuman-minuman tersebut tanpa adanya kekurangan yang terdapat pada minuman dunia.

Mata Air di Surga

Allah ﷻ  telah mengabarkan bahwa di dalam surga terdapat empat mata air. Dua di antaranya mengalir dari bawah Arsy. Salah satunya adalah mata air yang disebutkan Allah ﷻ :

يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا

“Mereka memancarkannya dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Insan: 6)

Adapun yang lainnya adalah mata air Zanjabil. Dua mata air lainnya memancar dari atas Arsy. Salah satunya adalah mata air yang disebut:

سَلْسَبِيلًا

“Salsabil.” (QS. Al-Insan: 18)

Dan yang lainnya adalah Tasnim.

Sungai-Sungai yang Mengalir di Atas Tanah

Disebutkan pula bahwa sungai-sungai surga memancar dari gunung-gunung kesturi dan mengalir tanpa berada di dalam alur atau cekungan tertentu, tetapi mengalir di atas permukaan tanah. Apabila seorang penghuni surga menginginkan minuman dari salah satu minuman surga, sebuah kendi datang kepadanya dan jatuh ke tangannya. Ia pun meminumnya, kemudian kendi tersebut kembali ke tempatnya.

Minuman yang Disegel dengan Kesturi

Tentang firman Allah ﷻ:

خِتَامُهُ مِسْكٌ

“Penutupnya adalah kesturi.” (QS. Al-Muthaffifin: 26)

Sahabat Abu Darda radhiyallahu anhu menjelaskan bahwa minuman tersebut berwarna putih seperti perak. Dengannya mereka menutup minuman mereka yang paling mulia.

Seandainya seseorang dari penghuni dunia memasukkan tangannya ke dalam minuman tersebut lalu mengeluarkannya, tidak ada satu pun makhluk yang memiliki nyawa kecuali akan mencium aroma harumnya.RA(*)

*Sumber: Ma La Ainun Ra’at, karya Al-Allamah As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki