Kalam Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi: Renungan Malam Ke-Sembilan Belas Ramadhan

Posted on 09 March 2026


Berikut ini adalah terjemah Khutbah yang disampaikan oleh Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi pada malam ke-sembilan belas Ramadhan:

Segala puji bagi Allah yang tinggi kalimat-Nya, Yang sempurna hujjah-Nya, Yang luas rahmat-Nya, dan Yang nikmat-Nya terbentang bagi seluruh makhluk. Dialah Tuhan yang menyeru manusia untuk mentauhidkan-Nya, lalu orang-orang yang diberi taufik dari hamba-hamba-Nya pun menyambut seruan itu. Dia juga mengajak kepada ketaatan kepada-Nya. maka bersegeralah orang-orang yang tulus dalam cinta kepada-Nya, serta mereka yang merindukan kedekatan dan kasih sayang-Nya.

Allah melimpahkan berbagai karunia, dan Dia menetapkan waktu-waktu tertentu agar tampak jejak nikmat-nikmat itu di alam semesta. Tidak ada satu masa pun yang berlalu, melainkan di dalamnya terdapat rahasia dari Allah yang turun sesuai dengan ketentuan dan waktu yang telah ditetapkan.

Di antara waktu-waktu yang dimuliakan itu, Allah mengistimewakan bulan Ramadhan di atas seluruh bulan lainnya dengan berbagai keutamaan. Di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan yang terang. Maka tampaklah rahasia turunnya anugerah-anugerah Ilahi pada waktu yang mulia ini, seiring dengan turunnya Al-Qur’an di dalamnya dari hadirat Allah yang memerintahkan dan memperkenalkan jalan kebenaran.

Mahasuci Allah, Raja yang mengaitkan setiap akibat dengan sebab-sebabnya, lalu menjalankan segala ketentuan sesuai dengan apa yang telah Dia tetapkan di dalam Ummul Kitab.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Raja Yang di hadapan keagungan-Nya para raja pun tunduk. Dialah Yang Maha Pemurah, yang perhatian dan kasih-Nya meliputi orang kaya maupun orang miskin.

Dan aku bersaksi bahwa junjungan kita Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, kekasih-Nya yang diterima kedatangannya di sisi-Nya dan dikabulkan segala pengabdiannya. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepadanya, menambah kemuliaan dan kehormatan baginya di sisi-Nya. Dan semoga dari shalawat serta salam yang mulia itu juga tercurah kepada keluarga beliau yang mulia, para sahabat beliau yang agung, serta kepada siapa saja yang meniti jalan mereka yang lurus.

Anjuran Bertakwa

Wahai hamba-hamba Allah, aku berwasiat kepada kalian dan juga kepada diriku sendiri agar senantiasa bertakwa kepada Allah. Orang yang benar-benar berbahagia adalah mereka yang menunaikan tuntutan takwa itu dengan sempurna, serta menampakkan tanda-tandanya yang mulia pada lahir dan batin mereka.

Ketahuilah, hakikat takwa adalah melaksanakan segala yang Allah perintahkan, dan menjauhi segala yang Dia larang serta peringatkan. Demi Allah, itulah jalan yang mengantarkan seorang hamba kepada keridaan-Nya, jalan yang menghimpun berbagai kebaikan dari kemurahan dan anugerah-Nya yang melimpah. Siapa yang berpegang teguh pada jalan ini, niscaya ia akan meraih kebaikan dunia dan akhirat sekaligus, serta hidup dalam keberkahan takwa, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Anjuran Memanfaatkan Bulan Ramadhan

Ketahuilah pula, semoga Allah senantiasa memberi kalian taufik, bahwa kalian kini berada di dalam sebuah bulan yang agung. Pada bulan ini Allah menghamparkan meja-meja kemurahan-Nya dengan hidangan ampunan, dan membuka pintu-pintu kebaikan dari khazanah kasih sayang-Nya.

Betapa banyak awan karunia-Nya menurunkan hujan rahmat pada bulan ini kepada hati yang sebelumnya gersang, lalu seketika tampak tanda-tanda kehidupan di dalamnya. Betapa banyak pula tangan kemurahan-Nya menyelamatkan orang yang tenggelam dalam lautan maksiat; seandainya bukan karena kemurahan itu, niscaya neraka menjadi tempat kembalinya.

Maka sungguh beruntung kalian dengan hadirnya bulan yang penuh berkah ini: malam-malamnya laksana lampu yang menerangi sepanjang tahun, dan siang harinya menjadi hari-hari yang dipenuhi kebahagiaan karena ketaatan kepada Allah melalui zikir, tilawah Al-Qur’an, dan puasa. Betapa agung kebahagiaan itu, karena buahnya adalah kebahagiaan abadi di negeri keselamatan, yaitu surga.

Karena itu, bersyukurlah kepada Allah, semoga Allah merahmati kalian, atas nikmat besar yang telah Dia bentangkan ini. Bersungguh-sungguhlah dalam melakukan amal saleh, sebab buah pahala yang besar itu selalu terkait dengan amal saleh yang dikerjakan.

Namun berhati-hatilah pada waktu yang mulia ini dari terjerumus ke dalam lautan kemaksiatan. Sesungguhnya pada masa-masa yang mulia seperti ini, dosa keburukan dilipatgandakan sebagaimana pahala kebaikan juga dilipatgandakan.

Maka jagalah diri kalian dari hal-hal yang dapat mendatangkan murka Allah dan siksa-Nya yang pedih. Nabi telah mengingatkan bahwa siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makanan dan minumannya.

Sesungguhnya setan telah memperindah berbagai keburukan bagi golongannya yang merugi, agar dengan itu mereka terjerumus pada kehinaan di hari akhir. Maka waspadalah terhadap musuh ini dan tipu daya yang membuat dosa tampak indah. Mohonlah pertolongan kepada Allah dari makar dan berbagai tipu dayanya, baik yang ia masukkan ke dalam perbuatan, ucapan, maupun niat kalian.

Ketahuilah bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat agung. Ia menuntun orang-orang yang memakmurkannya dengan amal saleh menuju surga penuh kenikmatan. Bulan ini adalah bulan yang keutamaannya ditegaskan oleh Al-Qur’an dan Sunnah, dan betapa banyak karunia Allah yang terus diperbarui bagi kita di dalamnya.

Tentang Lailatul Qadar

Di dalam bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Itulah Lailatul Qadar. Tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu? Malam itu penuh keselamatan hingga terbitnya fajar.

Dalam sunnah Nabi juga banyak disebutkan keutamaannya, yang semakin menambah keimanan orang-orang beriman dan melapangkan dada orang-orang yang diberi taufik. Di antara yang disebutkan adalah bahwa siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan penuh harap kepada pahala Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

Bahkan Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah berpendapat bahwa malam ini, malam yang sedang kalian jalani, yaitu malam kesembilan belas (Ramadhan), termasuk malam yang diharapkan sebagai Lailatul Qadar.

Karena itu, kerahkanlah seluruh kemampuan dan kesungguhan kalian untuk meraih “perniagaan” yang agung ini, perniagaan yang mendatangkan keuntungan besar di sisi Allah.

Telah disebutkan pula berbagai keutamaan tentang seluruh bulan Ramadhan. Di antaranya riwayat dari Sahabat Abu Mas‘ud Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau mendengar Rasulullah bersabda pada saat datangnya bulan Ramadhan:

لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا فِي شَهْرِ رَمَضَانَ لَتَـمَنَّى الْعِـبَادُ أَنْ يَكُونَ شَهْرُ رَمَضَانَ سَنَةً

“Seandainya para hamba mengetahui apa saja keutamaan yang terdapat dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka akan berharap agar Ramadhan berlangsung sepanjang tahun.”

Dalam riwayat lain dari Sahabat Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

Rasulullah pernah berkhutbah kepada kami pada hari terakhir bulan Sya‘ban, lalu beliau bersabda:

“Wahai manusia, telah menaungi kalian sebuah bulan yang agung, bulan yang penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada bulan itu sebagai kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai ibadah sunnah.

Siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan satu amal kebaikan pada bulan itu, maka nilainya seperti orang yang menunaikan tujuh puluh kewajiban pada bulan selainnya.

Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan balasan kesabaran adalah surga. Ia juga bulan kepedulian dan berbagi dengan sesama, serta bulan di mana rezeki orang beriman dilapangkan.

Siapa yang memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka itu menjadi sebab diampuninya dosa-dosanya dan menjadi sebab dibebaskannya dirinya dari api neraka. Ia juga memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.”

Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kami memiliki sesuatu untuk diberikan kepada orang yang berpuasa.”

Beliau menjawab, “Allah memberikan pahala itu kepada siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, walaupun hanya dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sedikit susu.”

Kemudian beliau melanjutkan:

“Ramadhan adalah bulan yang awalnya penuh rahmat, pertengahannya penuh ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.

Siapa yang meringankan beban orang yang berada di bawah tanggungannya pada bulan ini, maka Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari neraka.

Karena itu, perbanyaklah pada bulan ini empat perkara: dua perkara yang dengannya kalian meraih keridaan Tuhan kalian, dan dua perkara yang kalian sangat membutuhkannya.

Adapun dua perkara yang dengannya kalian meraih keridaan Tuhan kalian adalah memperbanyak ucapan la ilaha illallah dan memperbanyak istighfar kepada-Nya.

Sedangkan dua perkara yang kalian tidak bisa lepas darinya adalah memohon kepada Allah agar dimasukkan ke dalam surga, dan berlindung kepada-Nya dari api neraka.

Dan siapa yang memberi minum kepada orang yang berpuasa, maka Allah akan memberinya minum dari telagaku kelak, satu minuman yang setelah itu ia tidak akan pernah merasa haus selamanya.”

Maka renungkanlah, semoga Allah merahmati kalian, betapa banyak keutamaan yang terdapat dalam bulan ini, dan betapa besar pahala yang dijanjikan bagi amal-amal saleh yang dikerjakan di dalamnya.

Hendaklah kalian meniti jalan orang-orang yang takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. Bersungguh-sungguhlah agar ketika bulan ini meninggalkan kalian, lembaran amal kalian dipenuhi dengan kebaikan, sementara lahir dan batin kalian terjaga dari berbagai pelanggaran dan dosa.

Renungan Akhir Ramadhan

Sungguh, sebagian besar dari bulan ini telah berlalu, dan saat kepergiannya dari kalian pun telah dekat. Aku pun bertanya-tanya: apakah bulan ini telah memperlihatkan kepada kalian sebagian dari khazanah kebaikannya? Apakah ia telah menyingkapkan kepada kalian sebagian dari rahasia kemuliaannya?

Apakah bulan ini telah melahirkan dalam diri kalian sebuah taubat yang tulus, taubat dari dosa-dosa yang telah lalu, dan penjagaan dari kesalahan yang mungkin datang kemudian?

Sesungguhnya tanda-tanda diterimanya amal tampak pada kesungguhan seorang hamba dalam kembali kepada Allah. Dan rasa takut kepada Allah adalah bukti paling kuat dari lurusnya keadaan seseorang.

Dalam berlalunya hari-hari bulan ini terdapat pelajaran bagi kalian, jika kalian mau mengambil pelajaran. Ia juga menjadi pengingat bagi kalian, jika kalian mau mengingat. Sebab hari-hari itu sesungguhnya dihitung sebagai bagian dari umur kalian, dan semuanya tertulis dalam lembaran amal kalian.

Karena itu, ambillah pelajaran wahai saudara-saudaraku. Bangkitlah untuk memperbanyak amal saleh dan meninggalkan kemaksiatan pada waktu yang masih tersisa di hadapan kalian.

Berbekal Untuk Akhirat

Sebab sesungguhnya kalian akan meninggalkan dunia ini, dan kalian sedang berjalan menuju akhirat. Dan ketika kalian sampai pada kehidupan akhirat kelak, saat itulah akan tampak dengan jelas mana perniagaan yang benar-benar membawa keuntungan, dan mana yang hanya mendatangkan kerugian.

Karena itu, bersiaplah untuk negeri akhirat itu dengan persiapan yang sebaik-baiknya. Bersungguh-sungguhlah dalam menaati Allah dengan kesungguhan yang penuh. Manfaatkanlah umur kalian yang fana ini untuk meraih sesuatu yang akan menghadirkan ketenteraman abadi, dan yang akan menghimpunkan bagi kalian limpahan karunia Allah yang paling sempurna.

Sesungguhnya hamba yang benar-benar diberi taufik adalah mereka yang menghabiskan waktu-waktu hidupnya yang sementara ini untuk sesuatu yang mengantarkannya kepada kehidupan kekal di negeri penuh kenikmatan.

Adapun negeri akhirat, tanda-tandanya masih tersembunyi bagi kalian sekarang. Namun kemuliaannya ataupun kehinaannya pasti akan kalian rasakan, tidak ada jalan untuk menghindarinya. Ketika manusia memasuki negeri itu, mereka akan menghadapi peristiwa-peristiwa yang dahsyat peristiwa yang membuat anak-anak menjadi beruban karena ketakutan. Dan ketika manusia sampai pada kepulangan terakhir menuju akhirat, mereka akan merasakan kegelisahan yang begitu berat, seakan-akan gunung-gunung pun tidak sanggup memikulnya.

Maka apakah kalian telah menyiapkan diri untuk menghadapi kesulitan perjalanan itu? Apakah kalian telah mempersiapkan bekal untuk perjalanan yang sangat panjang tersebut?

Karena itu, sadar dan bangunlah sebelum penyesalan datang menimpa kalian, sebelum langkah kaki kalian tergelincir, dan sebelum pena takdir berhenti menulis keputusan yang pasti bagi kehidupan kalian.

Maka bertaubatlah… bertaubatlah, semoga Allah merahmati kalian, dari dosa-dosa yang membebani. Sebelum dosa-dosa itu menjerumuskan kalian ke tempat kehinaan, dan menjadikan kalian berada bersama orang-orang munafik dan para pendosa di tempat yang paling buruk dan negeri yang paling hina.

Betapa besar kerugian orang yang menjadikan dosa sebagai bekalnya, dan menjadikan maksiat sebagai sifat serta kebiasaannya. Akhir dari keadaan seperti itu adalah kesudahan yang sangat buruk. Orang-orang yang hidup dalam keadaan seperti itu tidak memiliki nilai apa pun di pasar kebahagiaan abadi.

Apakah pantas bagi seseorang yang berakal dan memiliki mata hati yang jernih untuk datang ke hadapan Allah pada hari kiamat dalam keadaan yang paling buruk? Lalu terbongkar di hadapan semua makhluk segala dosa dan kesalahan yang dahulu ia lakukan?

Sungguh, kehinaan pada hari itu adalah kehinaan yang amat berat, dan tempat singgah bagi para pelaku dosa pada hari itu adalah tempat yang paling buruk. Pada hari itu Allah Yang Maha Hakim lagi Maha Adil menampakkan keadilan-Nya dalam bentuk pembalasan, dan tampaklah bagi para pelaku maksiat dan dosa betapa buruknya akibat dari kedurhakaan yang dahulu mereka lakukan.

Allah berfirman:

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمٰوٰتُ وَبَرَزُوا لِلّٰهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّار ۝ وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُّقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ ۝ سَرَابِيلُهُم مِّنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَىٰ وُجُوهَهُمُ النَّارُ

“Pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain, demikian pula langit; dan manusia semuanya menghadap kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Pada hari itu engkau akan melihat orang-orang yang berdosa dirantai bersama-sama. Pakaian mereka dari cairan ter yang mendidih, dan wajah mereka diliputi oleh api neraka.”( QS. Ibrahim : 48–50)

Allah juga berfirman:

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنكُمْ خَافِيَة ۝ فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَؤُوا كِتَابِيَه ۝ إِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَه ۝ فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَة

“Pada hari itu kalian akan dihadapkan kepada Allah; tidak ada satu pun dari keadaan kalian yang tersembunyi. Adapun orang yang menerima kitab amalnya dengan tangan kanannya, ia akan berkata: ‘Ambillah, bacalah kitabku ini! Sesungguhnya dahulu aku yakin bahwa aku akan menemui hisabku.’ Maka ia pun berada dalam kehidupan yang penuh keridaan. (QS. Al-Haqqah: 18–21)

Namun bagi orang yang menerima kitab amalnya dengan tangan kirinya, ia akan berkata dengan penuh penyesalan:

يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَه ۝ وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَه ۝ يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَة ۝ مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَه ۝ هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَه

Wahai, seandainya aku dahulu tidak diberikan kitab amalku! Seandainya aku tidak pernah mengetahui apa itu hisab! Andai kematian itu menjadi akhir segalanya bagiku! Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku, dan kekuasaanku pun lenyap dariku.”( QS. Al-Haqqah: 25–29)

Maka wahai saudara-saudaraku, sudahkah kalian memahami hakikat hari yang dahsyat itu, serta berbagai bentuk pembalasan yang akan tampak di dalamnya? Jika kalian telah memahaminya, hendaklah kalian hidup di dunia ini dengan jalan orang-orang yang takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya.

Sesungguhnya kesudahan bagi golongan yang takut dan bertakwa kepada-Nya adalah keselamatan. Kepulangan mereka dari dunia ini adalah menuju negeri tempat tinggal yang abadi, sebuah negeri yang tak terbayangkan oleh akal dan tak terselami oleh pandangan mata betapa besar kenikmatannya. Allah berfirman:

وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَار

Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. Ibrahim: 23)

 

Namun jika seseorang tidak mengetahui atau tidak mempedulikan hakikat hari itu, maka sungguh ia telah kembali dengan kerugian yang sangat besar. Allah berfirman:

قُلْ تَمَتَّعُوا فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّار

Katakanlah: bersenang-senanglah kalian, sesungguhnya tempat kembali kalian adalah neraka.” (QS Ibrahim: 30)

Dan Allah juga berfirman:

جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا وَبِئْسَ الْقَرَار

Neraka Jahannam, mereka akan memasukinya, dan itulah seburuk-buruk tempat menetap.”( QS Ibrahim : 29.)

Semoga Allah menyelamatkan kita dan kalian dari kedahsyatan negeri itu, serta menjaga kita semua dari segala sebab yang mendatangkan kehinaan dan aib. Dan semoga Allah membimbing kita pada bulan yang mulia ini dan pada sisa umur yang masih diberikan untuk menempuh jalan orang-orang yang didekatkan kepada-Nya dan para hamba-Nya yang saleh.

Munajat

Ya Allah, wahai Yang Maha Pemurah, wahai Yang Maha Pemberi, wahai Yang Maha Penyayang, wahai Yang Maha Penerima tobat. Sifat-Mu adalah rahmat dan kemurahan, dan jejak kasih sayang-Mu tampak nyata di seluruh alam semesta.

Jika wajah-wajah kami menjadi gelap karena dosa dan pelanggaran, maka sungguh kami tetap berharap akan diputihkannya wajah-wajah itu oleh kemurahan-Mu, wahai Dzat yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan.

Kami berdiri di hadapan pintu-Mu, memohon dari kebaikan-Mu. Harapan tidak layak digantungkan kecuali kepada-Mu, dan permohonan tidak pantas dipanjatkan kecuali kepada-Mu. Kami memohon kepada-Mu dengan lisan yang dahulu sering kami gunakan untuk bermaksiat kepada-Mu. Kami pun menghadap kepada-Mu dengan hati dan anggota tubuh yang dahulu sering kami gunakan untuk berpaling dari-Mu.

Seandainya bukan karena luasnya limpahan karunia-Mu yang agung, dan besarnya kesabaran serta kelembutan-Mu yang meliputi kami, padahal kami berada dalam keadaan penuh kekurangan, tentu kami tidak akan berani mengangkat permohonan dan harapan kepada-Mu. Namun baik sangka kami kepada-Mu telah membuat lisan-lisan kami berani memohon kepada-Mu, serta menumbuhkan harapan akan tercapainya cita-cita dan terkabulnya permintaan.

Terlebih lagi, kami memiliki perantara menuju-Mu, seorang hamba yang paling mulia yang Engkau dekatkan di sisi-Mu. Dialah junjungan kami, kekasih yang agung, Nabi yang penuh kasih dan sayang.

Dialah kekasih-Mu yang Engkau pilih di atas seluruh kekasih. Dialah pilihan-Mu yang Engkau tempatkan pada derajat paling tinggi di tempat-tempat kedekatan dengan-Mu. Dialah pemberi syafaat yang agung dan rasul yang paling mulia, pemimpin para rasul dan penutup para nabi, junjungan kami Nabi Muhammad bin Abdullah , yang jujur lagi terpercaya.

Dengan kemuliaan beliau kami bertawassul kepada-Mu, dan melalui beliau kami memohon syafaat agar Engkau menerima amal-amal kami dan mengampuni dosa-dosa kami.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dengan hak beliau di sisi-Mu, jadikanlah beliau sebagai pemberi syafaat bagi kami. Limpahkanlah kepadanya shalawat yang paling sempurna, paling lengkap, paling mulia, dan paling luas. Dan semoga shalawat itu juga meliputi seluruh keluarga beliau yang mulia, para sahabat beliau yang agung, serta orang-orang yang meniti jalan mereka yang lurus dan menunaikan hak-hak Allah dengan sebaik-baiknya.

Salam sejahtera bagi para rasul. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. RA(*)