Posted on 31 January 2026
Al-Habib Umar bin Abdurahman Al-Bar rahimahullah ta’ala dalam kitabnya Washaya Al-Ashab wa Hadaya Al-Ahbab berkata:
Aku wasiatkan bagimu untuk bersikap baik terhadap keluarga dan anak-anakmu, juga dengan siapa pun. Jadilah orang yang mudah, ramah, dan lembut. Jangan keras dan kasar. Sebab kelapangan akhlak adalah sumber rezeki dan pintu kemuliaan.
Biasakan bersikap lembut dalam semua urusan. Usahakan untuk tidak membesar-besarkan kesalahan saudara, khususnya kerabat, dan umumnya seluruh kaum muslimin.
Adab-Adab Bermasyarakat
· Jika kamu ingin dihormati maka: sambunglah hubungan baik dengan orang yang memutus hubungan denganmu,
· berilah orang yang enggan memberi kepadamu,
· maafkan orang yang menzalimimu,
· muliakan orang yang terpandang di antara mereka,
· hormati yang sudah tua,
· sayangi yang muda.
· Jadilah orang yang tahu berterima-kasih kepada orang yang berbuat baik,
· dan lapangkan dada terhadap yang berbuat salah.
· Bantulah memenuhi kebutuhan mereka,
· damaikan yang berselisih,
· jenguk yang sakit,
· antarkan jenazah,
· dan cintai untuk mereka apa yang kamu cintai untuk dirimu sendiri.
· Jadilah manusia yang paling baik bagi manusia.
· Ucapkan “tidak apa-apa” meski sebenarnya terasa berat.
· Jika tak bisa memberi manfaat, jangan menyakiti,
· dan bila tak mampu berbuat baik, jangan berbuat buruk.
Jika kamu belum sanggup bangun malam dan berpuasa di siang hari, jangan berkecil hati, perbaiki saja akhlakmu. Akhlak yang baik bisa menyamai ibadah puasa di siang hari dan shalat di malam hari.
Berbakti Kepada Orang Tua
Berikan perhatian lebih kepada kedua orang tua dengan bakti dan silaturahmi, karena itu memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Dan bakti itu tidak berhenti saat mereka wafat: lanjutkan dengan doa, istighfar, menziarahi kubur mereka, serta memuliakan orang-orang yang mereka cintai dan keluarga mereka.
Pahamilah hak tetangga, sahabat, dan keluarga. Ringankan beban mereka, jangan malah menambah beban. Tampilkan kebaikan mereka dan tutupi kekurangannya.
Memaklumi Kekurangan Orang Dan Mengoreksi Kekurangan Diri
Jangan berharap manusia sempurna terbebas dari kesalahan, karena mencari manusia seperti itu adalah mencari hal yang mustahil. Dikatakan, orang yang mencari teman yang tidak memiliki kekurangan, maka ia akan hidup sepanjang zaman tanpa seorang teman.
Seorang mukmin itu seperti ranting: kadang bengkok, kadang lurus. Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Setiap anak Adam pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang banyak bertaubat.
Karena itu, biasakan diri selalu bertaubat dan beristighfar dari seluruh dosa, baik yang besar maupun yang kecil, yang tampak maupun yang tersembunyi, yang berkaitan dengan hak Allah maupun hak sesama manusia. Bahkan ada dosa yang tidak kita sadari, sampai kita mengiranya sebagai kebaikan. Keselamatan hanya ada dengan mengakui kelemahan diri dan bersandar pada kekuatan Allah, mengakui kefakiran kita dan berharap pada keluasan karunia-Nya. Perbanyak penyesalan dan istighfar siang dan malam.
Rasulullah ﷺ bersabda:
طُوبَىٰ لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا
Berbahagialah orang yang mendapati dalam catatan amalnya istighfar yang banyak.
Dan beliau ﷺ juga bersabda:
مَنْ أَكْثَرَ الِاسْتِغْفَارَ، جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Barang siapa memperbanyak istighfar, Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesedihan, kelapangan dari setiap kesempitan, dan rezeki dari arah yang tidak pernah ia duga.RA(*)