Khutbah Idul Fitri: Menjaga Kesucian Hari Raya dan Menyambung Silaturahim

Posted on 18 March 2026



الخطبة الأولى

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله اكبر (    ( 9 x  

 لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ، اَللهُ اَكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْاَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَلَا نَعْبُدُ اِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ مُعِيدِ الْأَعْيَاد، كَثِيرِ الْمَدَدِ وَالْإِمْدَاد، هَدَانَا سُبْحَانَهُ إِلَى طُرُقِ الْهُدَى وَالرَّشَادْ, فَأَرْسَلَ إِلَيْناَ أَفْضَلَ رَسُولٍ وَخَيْرَ هَاد. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، سَنَّ لَنَا الْأَعْيَادْ, وَجَعَلَهَا مَوَاسِمَ أَفْرَاحِ الطَّائِعِين, وَأَيَّامَ سُرُورِ الْمُتَعَبِّدِين, فَمَا أَعْظَمَ سُرُورَ الْصَائِمِ إِذَا أَفْطَرْ، وَمَا أَكْبَرَ فَرَحَهُ وَقَدْ أَكْمَلَ صَوْمَ رَمَضَانَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَهُوَ الْقَائِلُ: لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّه.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النّبِيِّ الْمُخْتَارِ, إِمَامِ الْمُتَّقِينَ وَسَيِّدِ الْأَبْرَار, صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الْأَطْهَار, وَصَحَابَتِهِ الْأَخْيَار, مَا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَار, وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ فِي الصَّوْمِ وَالْإِفْطَار, وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ وَفِيهِمْ بِرَحْمَتك يَا عَزِيزُ يَا غَفّار.

اَمَّابَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ. اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُم مُسْلِمُوْنَ.

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Hari ini adalah hari raya. Pada hari ini Allah mengampuni mereka yang telah menjalani ibadah puasa, sehingga mereka kembali suci dari dosa bagaikan bayi yang baru dilahirkan. Rasulullah bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ، وَسَنَنْتُ قِيَامَهُ، فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ احْتِسَابًا خَرَجَ مِنَ الذُّنُوبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Sesungguhnya Allah telah mewajibkan puasa Ramadan, dan aku (Nabi ) mensunnahkan qiyam (shalat malam)nya. Maka barang siapa berpuasa dan menghidupkan malamnya dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya ia keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. (HR Ahmad)

Maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah menjaga pandangan, lisan, dan seluruh anggota tubuh agar tidak kotor kembali dengan dosa. Imam  Sufyan Ats-Tsauri pernah mengatakan di pagi Hari Raya:

إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِي يَوْمِنَا هَذَا غَضُّ الْبَصَرِ

Sesungguhnya hal pertama yang kita mulai pada hari ini adalah menundukkan pandangan.

Sungguh merugi orang yang bersusah payah membersihkan diri dari berbagai dosa dan godaan hawa nafsu selama sebulan, dengan berpuasa, membaca Al-Qur’an, shalat tarawih, dan berbagai ibadah lainnya, namun ia justru merusak seluruh amalnya dan kepayahannya hanya dalam satu hari saja.

Ia bebaskan matanya untuk memandang yang yang haram, ia biarkan tangannya bersentuhan dan bersalaman dengan mereka yang bukan mahram, ia gunakan lisannya untuk berghibah dan mengatakan hal-hal yang haram, ia bebaskan istri dan anak perempuannya keluar dengan berhias berlebihan sehingga menarik pandangan laki-laki yang bukan mahram, serta melakukan berbagai maksiat yang sering terjadi di hari raya.

Ia hiasi tubuhnya dengan pakaian baru, dan puaskan perutnya dengan makanan yang lezat, namun mengotori diri dengan hal-hal berbagai maksiat dan dosa.  Sungguh celaka keadaan mereka yang berbuat seperti itu. Ingatlah firman Allah :

إِنَّهُ مَنْ يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى

Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan sebagai seorang yang berdosa (mujrim), maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam; ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. (QS Thaha: 74)

Hari raya bukanlah hari ketika kita memakai pakaian baru, bukan pula ketika kita menyantap makanan mewah. Hari raya yang sesungguhnya adalah hari di mana kita terbebas dari dosa. Sahabat Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu pernah dilihat memakan makanan sederhana pada hari Raya, saat ditanya, beliau menjawab:

كُلُّ يَوْمٍ لَا نَعْصِي اللَّهَ فِيهِ فَهُوَ لَنَا عِيدٌ

Setiap hari yang kami tidak bermaksiat kepada Allah di dalamnya, maka hari itu adalah hari raya bagi kami.

Itulah hakikat hari raya. Maka jangan kita nodai hari yang mulia ini dengan kemaksiatan. Jagalah pandangan kita, ucapan kita, pendengaran kita, dan seluruh anggota tubuh kita dari segala bentuk maksiat. Dengan itulah kita meraih hari raya yang sejati..

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah

Setelah sebulan penuh kita berusaha memperbaiki hubungan dengan Allah , janganlah kita lupa untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, terutama dengan orang tua, keluarga, sahabat dan tetangga.

Datangilah mereka untuk saling meminta maaf, menyambung silaturahim, dan membersihkan hati dari segala kebencian serta permusuhan. Ketahuilah, shalat kita, puasa kita, zakat kita, dan seluruh amal kebaikan kita bisa menjadi sia-sia jika kita belum meminta maaf dan mendapatkan kerelaan dari orang-orang yang pernah kita zalimi. Nabi bersabda:

إِنَّ ‌الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ ‌شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dalam keadaan telah mencaci orang ini, menuduh orang itu, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain, dan memukul orang lain. Maka diberikan kepada yang satu dari kebaikannya, dan kepada yang lain dari kebaikannya. Jika kebaikannya telah habis sebelum seluruh kewajibannya terselesaikan, maka diambil dari dosa-dosa mereka lalu dilemparkan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka  (HR Muslim)

Maka jika kita memiliki kesalahan kepada sesama, terutama kepada orang tua dan kerabat, segeralah rendahkan hati anda untuk meminta maaf. Jangan biarkan ego menghalangi Anda untuk memohon maaf, sebab surga diharamkan bagi orang yang durhaka kepada orang tua dan bagi pemutus silaturahim. Nabi bersabda:

إِنَّ رِيحَ الْجَنَّةِ يُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَلْفِ عَامٍ، وَإِنَّهُ لَا يَجِدُهَا ‌عَاقٌّ ‌وَلَا ‌قَاطِعُ ‌رَحِمٍ

Sesungguhnya aroma surga dapat tercium dari jarak perjalanan seribu tahun, namun tidak akan dapat menciumnya orang yang durhaka kepada orang tuanya dan orang yang memutus tali silaturahim.”(HR. Ath-Thabrani)

Kalaupun ada orang yang berbuat salah kepada kita, maka bukalah hati kita dan maafkanlah mereka dengan lapang dada. Bukankah kita juga penuh dosa dan berharap ampunan dari Allah? Allah berfirman:

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ

Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kalian ingin Allah mengampuni kalian? (QS. An-Nur: 22)

Janganlah membalas keburukan dengan keburukan, tetapi balaslah dengan kebaikan. Ketahuilah, silaturahim yang paling mulia adalah kepada kerabat yang memusuhi kita, dan sedekah yang paling utama adalah kepada kerabat yang menyimpan kebencian kepada kita. Nabi bersabda:

إِنَّ أَفْضَلَ الصَّدَقَةِ الصَّدَقَةُ عَلَى ‌ذِي ‌الرَّحِمِ ‌الْكَاشِحِ

Sesungguhnya sedekah yang paling utama adalah sedekah kepada kerabat yang memusuhi (atau menyimpan kebencian). (HR Ahmad)

Nabi juga bersabda:

أَفْضَلُ الْفَضَائِلِ: أَنْ تَصِلَ ‌مَنْ ‌قَطَعَكَ، وَتُعْطِيَ ‌مَنْ ‌حَرَمَكَ، وَتَصْفَحُ عَمَّنْ شَتَمَكَ

Keutamaan yang paling utama adalah engkau menyambung hubungan dengan orang yang memutusmu, engkau memberi kepada orang yang tidak memberimu, dan engkau memaafkan orang yang mencelamu. (HR Thabrani)

Maka pada hari yang suci ini, marilah kita saling memaafkan dan membuka lembaran baru yang bersih, dalam hubungan kita dengan Allah dan dengan sesama. 

Semoga Allah menjadikan hari raya ini penuh keberkahan, mempererat persaudaraan, dan mengantarkan kita kepada ridha serta surga-Nya.

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ، وَجَعَلَنَا مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ

Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali (kepada fitrah) dan meraih kemenangan.

إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلَام, وَأَبْلَغَ النِّظَام, كَلَامُ اللهِ الْمَلِكِ الْعَلَّام. وَاللهً سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْل وَبِقَوْلِهَ يَهْتَدِي الْمُهْتَدُوْن { وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ}, وَقَالَ عَزَّ منْ قَائِل عَلِيْم {فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ }. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم { ﴿وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ }

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم لِيْ وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِوَالِدِيْكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْن فَاسْتَغْفِرُوْه إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الْرَحِيْم

 

الخطبة الثانية

اَللهُ اَكْبَر (    ( 7 x       

 لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ* اَللهُ اَكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ* اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا* وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا* وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا* لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ* صَدَقَ وَعْدَهُ* وَنَصَرَ عَبْدَهُ* وَأَعَزَّ جُنْدَهُ* وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ* لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَلَا نَعْبُدُ اِلَّا إِيَّاهُ* مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ*

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ مَنَّ عَلَيْنَا بِالدِّيْنِ الْقَوِيْم* وَهَدَانَا إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْم* وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهْ* وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهْ* اَلنَّبِيُّ الْكَرِيْم* اَلرَّؤُوْفُ الرَّحِيْم* اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْم*

أَمَّا بَعْدُ, فَيَا اَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُم مُسْلِمُوْنَ

عِبَادَ الله .. اِعْلَمُوْا أَنَّهُ لَا أَنْفَعَ لِلْإِنْسَانِ فِيْ هَذَا الزَّمَانِ مِنْ ثَلَاثِ خِصَال : اَلصَّدَقَةِ السِّرِّ وَالْإِجْهَارْ* وَالْاِسْتِغْفَارِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارْ* وَكَثْرَةِ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ الْمُخْتَارْ * فَالصَّلَاةُ عَلَيْهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَعْظَمِ الْقُرُبَاتِ* وَأَفْضَلِ الطَّاعَاتِ* وَمِنْ أَقْرَبِ الطُّرُقِ الْمُوْصِلَةِ إِلَى رَبِّ الْبَرِيِّات* فَقَدْ أَمَرَكُمُ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهْ* وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهْ* وَثَلَّثَ بِكُمْ يَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِن بَرِيَّةِ جِنِّهِ وَإِنْسِه * فَقَالَ مُخْبِرًا وَآمِرًا عَلِيْمَا ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى إِمَامِ الْمُوَحِّدِيْن* وعَلَمِ الْمُهْتَدِيْن* وَقَائِدِ الْغُرِّ الْمُحَجَّلِيْن* سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا حَبِيِبِ اللهِ  وَرَسُوْلِهْ* وَأَمِيْنِهِ عَلَى وَحْيِهِ وَتَنْزِيْلِهْ* أَبِي الْقَاسِم سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ بْنِ هَاشِم* وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ النَاصِرِيْنِ لِشَرِيْعَتِهْ* وَالْمُهْتَدِيْنَ بِهَدْيِهْ* المُتَّبِعِينَ لِسُنَّتِهْ* وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن*

وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ خُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْن* الأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِيْن* سَادَاتِنَا ذَوِي الْقَدْرِ الْجَلِيّْ* أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَانَ وَعَلِيّ* وَعَنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْن* وَأَزْوَاجِهِ الطَّاهِرِاتِ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْن* وَأَهْلِ بَيْتِهِ الطِّيِّبِيِنَ الطِّاهِرِيْن*

اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا بِتَذْكِيْرِكَ مُنْتَفِعِيْن, وَلِكِتَابِكَ وَسُنَّةِ رَسُوْلِكَ مُتَّبِعِيْن, وَعَلَى طَاعَتِكَ مُجْتَمِعِيْن, وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِين, وَأَلْحِقْنَا بِالصَّالِحِيْن.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاتَنَا وَأُمَرَاءَنَا وَكُلَّ مَنْ وَلَّيْتَهُ شَيْئًا مِنْ أُمُوْرِنَا وَأُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْن* اَللّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا* وَآمِنْ رَوْعَاتِنَا* وَغَزِّرْ أَمْطَارَنَا* وَأَرْخِصْ أَسْعَارَنَا* وَاشْفِ مَرْضَانَا* وَعَافِ مُبْتَلَانَا* وَارْحَمْ مَوْتَانَا* وَأَصْلِحْ أَحْيَانَا* يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن* اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمؤْمِنِيِنَ وَالْمُؤْمِنَات* وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَات* اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَات* إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَات*

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَة* وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَة* وَقِنَا عَذَابَ النَّار*

عِبَادَ الله , ﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴾ وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْم يَذْكُرْكُمْ * وَاشْكُرُوا لَهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ* وَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ* 

 


Download PDF artikel ini: