Orang-Orang yang Mustajab Doanya

Posted on 15 March 2026



Ulama besar Imam Jalaluddin as-Suyuthi menyebutkan dalam kitabnya Siham al-Ishabah fī ad-Da‘awat al-Mustajabah tentang golongan orang-orang yang doanya mudah dikabulkan oleh Allah. Penjelasan ini disimpulkan dari berbagai hadis Nabi .

Di antara orang-orang yang doanya mustajab adalah: orang yang dizalimi, musafir, doa orang tua terhadap anak, orang yang berpuasa, pemimpin yang adil, orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang itu, doa anak untuk orang tuanya, orang yang banyak berdzikir kepada Allah, orang yang berhaji, orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang sakit, orang yang sedang diuji atau tertimpa musibah, orang yang banyak berdoa ketika dalam keadaan lapang, orang yang membantu orang yang kesulitan, orang yang menerima kebaikan kepada orang yang berbuat baik kepadanya, penghafal Al-Qur’an, dan orang yang tetap teguh ketika keadaan genting.

Berikut sebagian hadis Nabi yang menjelaskan hal tersebut.

1. Orang yang Dizalimi

Rasulullah bersabda:

دعوة المظلوم مستجابة وإن كان فاجرا ففجوره على نفسه  وفي رواية وإن كان كافراً

Doa orang yang dizalimi akan dikabulkan, meskipun ia orang yang fasik, karena kefasikannya kembali kepada dirinya sendiri.” Dalam riwayat lain disebutkan: “meskipun ia seorang kafir. (HR. Ahmad dan al-Bazzar)

Artinya, kezaliman sangat dibenci oleh Allah, sehingga doa orang yang tertindas tidak dihalangi dari pengabulan.

2. Musafir

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda:

ثلاث دعوات مستجاب لهن: دعوة المظلوم، ودعوة المسافر، ودعوة الوالدين على الولد

Tiga doa yang dikabulkan: doa orang yang dizalimi, doa musafir, dan doa orang tua terhadap anaknya. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

Musafir sering berada dalam keadaan lemah dan jauh dari kenyamanan, sehingga hatinya lebih dekat kepada Allah.

3. Doa Orang Tua terhadap Anak

Hadis di atas juga menunjukkan bahwa doa orang tua kepada anaknya sangat kuat, baik doa kebaikan maupun doa keburukan. Karena itu seorang anak hendaknya selalu berbakti kepada orang tuanya.

4. Orang yang Berpuasa

Rasulullah bersabda:

ثلاث لا ترد دعوتهم: الصائم حتى يفطر، والإمام العادل، ودعوة المظلوم

Tiga orang yang tidak ditolak doanya: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Baihaqi)

Karena itu waktu menjelang berbuka merupakan salah satu waktu terbaik untuk berdoa.

5. Pemimpin yang Adil

Pemimpin yang berlaku adil kepada rakyatnya termasuk orang yang doanya tidak tertolak, karena keadilannya membawa kebaikan bagi banyak manusia, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

6. Orang yang Mendoakan Saudaranya Tanpa Sepengetahuannya

Rasulullah bersabda:

دعوتان ليس بينهما وبين الله حجاب: دعوة المظلوم ودعوة لأخيه بظهر الغيب

Dua doa yang tidak ada penghalang antara keduanya dengan Allah: doa orang yang dizalimi dan doa seseorang untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya. (HR. Thabrani)

7. Doa Anak untuk Orang Tua

Rasulullah bersabda:

أربع دعوات مستجابة: الإمام العادل، والرجل يدعو لأخيه بظهر الغيب، ودعوة المظلوم، ورجل يدعو لوالديه

Empat doa yang dikabulkan: pemimpin yang adil, seseorang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, doa orang yang dizalimi, dan seseorang yang mendoakan kedua orang tuanya. (HR. Abu Nu‘aim)

8. Orang yang Banyak Berdzikir

Rasulullah bersabda:

ثلاثة لا يرد الله دعاءهم: الذاكر الله كثيرا، والمظلوم، والإمام المقسط

Tiga orang yang tidak ditolak doanya: orang yang banyak berdzikir kepada Allah, orang yang dizalimi, dan pemimpin yang adil. (HR. Baihaqi)

Hati yang selalu mengingat Allah lebih dekat kepada pengabulan doa.

9. Orang yang Berhaji Dan Umrah

Rasulullah bersabda:

الحجاج والعمار وفد الله، إن دعوه أجابهم، وإن استغفروه غفر لهم

Orang yang berhaji dan berumrah adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa kepada-Nya, Dia mengabulkan; dan jika mereka memohon ampun, Dia mengampuni mereka. (HR. Ibnu Majah)

10. Orang yang Berjihad di Jalan Allah

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Rasulullah bersabda:

الغازي في سبيل الله والحاج والمعتمر وفد الله، دعاهم فأجابوه وسألوه فأعطاهم

Orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang berhaji, dan orang yang berumrah adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka lalu mereka memenuhi panggilan-Nya; mereka meminta kepada-Nya lalu Dia memberi mereka. (HR. Thabrani dan Ibnu Hibban)

11. Orang yang Sakit

Rasulullah bersabda:

إذا دخلت على مريض فمره يدعو لك فإن دعاءه كدعاء الملائكة

Apabila kamu menjenguk orang sakit, mintalah ia mendoakanmu, karena doanya seperti doa para malaikat. (HR. Ibnu Majah)

Hal ini menunjukkan bahwa doa orang yang sedang sakit memiliki kedudukan yang tinggi, karena hatinya biasanya lebih dekat kepada Allah dalam keadaan lemah dan membutuhkan pertolongan-Nya.

12. Orang yang Sedang Ihram

Rasulullah bersabda:

إذا أحرم أحدكم فليؤمّن على دعائه، إذا قال: اللهم اغفر لي فليقل آمين، ولا يلعن بهيمة ولا إنسانا فإن دعاءه مستجاب، ومن عمّ بدعائه المؤمنين والمؤمنات استجيب له

Apabila salah seorang di antara kalian sedang berihram, hendaklah ia mengamini doanya. Jika ia berkata: ‘Ya Allah ampunilah aku’, maka hendaklah ia mengatakan: ‘Amin’. Janganlah ia mendoakan keburukan terhadap hewan atau manusia, karena doanya sedang dikabulkan. Dan siapa yang mendoakan kaum mukminin dan mukminat secara umum, maka doanya akan dikabulkan.” (HR. ad-Dailami)

13. Orang yang Sedang Diuji atau Tertimpa Musibah

Diriwayatkan dari Salman radhiyallahu anhu bahwa:

إن المبتلى تستجاب دعوته

Sesungguhnya orang yang sedang diuji (oleh musibah) doanya akan dikabulkan.

Keadaan ujian sering membuat hati seorang hamba lebih tunduk dan kembali kepada Allah.

14. Orang yang Banyak Berdoa Ketika Lapang

Rasulullah bersabda:

من سره أن يستجاب له عند الكرب والشدائد فليكثر الدعاء في الرخاء

Siapa yang ingin doanya dikabulkan ketika berada dalam kesulitan dan kesempitan, hendaklah ia memperbanyak doa ketika dalam keadaan lapang. (HR. Tirmidzi dan Hakim)

Artinya, orang yang selalu berdoa kepada Allah dalam keadaan senang akan lebih dekat dengan pertolongan-Nya ketika menghadapi kesulitan.

15. Orang yang Membantu Orang yang Kesulitan

Rasulullah bersabda:

من أراد أن تستجاب دعوته وأن تكشف كربته فليفرج عن معسر»

Siapa yang ingin doanya dikabulkan dan kesulitannya dihilangkan, hendaklah ia membantu orang yang sedang kesulitan. (HR. Ahmad)

Menolong orang lain ternyata menjadi sebab terbukanya pintu pengabulan doa.

16. Orang yang Didokan oleh Orang yang Pernah Ia Tolong

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah bersabda:

دعاء المحسن إليه للمحسن لا يرد

Doa orang yang menerima kebaikan untuk orang yang berbuat baik kepadanya tidak akan ditolak. (HR. ad-Dailami)

Ini menunjukkan bahwa kebaikan kepada manusia akan kembali kepada pelakunya, salah satunya melalui doa orang yang ia tolong.

17. Orang Berusia Tua yang Saleh dan Istiqamah

Rasulullah bersabda:

إن الله يستحي من ذي الشيبة المسلم إذا كان مسدداً لزوماً للسنة أن يسأل الله شيئاً فلا يعطيه

Sesungguhnya Allah merasa malu kepada seorang muslim yang telah beruban, yang hidup lurus dan berpegang pada sunnah, jika ia meminta sesuatu kepada Allah lalu tidak diberi. (HR. Thabrani)

18. Orang yang Menerima Kebaikan kepada Orang yang Berbuat Baik Kepadanya

Orang yang menerima kebaikan juga termasuk orang yang doanya dekat dengan pengabulan, karena ia menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

19. Penghafal Al-Qur’an

Rasulullah bersabda:

إن حامل القرآن دعوة مستجابة يدعو بها فيستجاب له

Sesungguhnya penghafal Al-Qur’an memiliki doa yang dikabulkan; ia berdoa dengannya maka Allah mengabulkannya. (HR. Baihaqi)

Hal ini menunjukkan kedudukan tinggi orang yang menjaga dan memuliakan Al-Qur’an.

20. Orang yang Tetap Teguh Saat Kekalahan

Termasuk juga orang yang tetap sabar dan teguh ketika menghadapi kekalahan atau keadaan sulit, karena kesabarannya menunjukkan keimanan yang kuat.

Demikian golongan-golongan yang mustajab doanya, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis Nabi dan penjelasan para ulama. Semua itu menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah membuka banyak pintu agar seorang hamba dapat mendekat kepada-Nya dan memohon segala kebutuhan hidupnya.

Kadang pengabulan doa itu terkait dengan keadaan orang yang berdoa, seperti orang yang dizalimi, orang yang sakit, orang yang berpuasa, atau orang yang sedang diuji. Hati mereka biasanya lebih lembut, lebih tunduk, dan lebih ikhlas ketika bermunajat kepada Allah.

Terkadang pula pengabulan doa berkaitan dengan amal dan kedekatan seseorang kepada Allah, seperti orang yang banyak berdzikir, penghafal Al-Qur’an, orang yang membantu orang lain yang kesulitan, atau orang yang berbuat baik kepada sesama. Amal-amal tersebut menjadi sebab terbukanya pintu rahmat dan terkabulnya doa.

Di samping itu, ada pula waktu-waktu yang mulia dan tempat-tempat yang diberkahi, di mana doa lebih dekat kepada pengabulan. Seperti pada malam Lailatul Qadar, hari Arafah, sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, atau ketika sujud dalam shalat. Demikian pula doa yang dipanjatkan di tempat-tempat suci seperti di Masjidil Haram, di Multazam, di Arafah, atau di dekat Ka‘bah.

Semua ini mengajarkan kepada kita bahwa seorang muslim hendaknya tidak pernah berhenti berdoa. Ia berdoa ketika lapang maupun ketika sempit, ketika sehat maupun ketika sakit, di waktu malam maupun siang. Sebab doa adalah ibadah, sekaligus tanda penghambaan seorang hamba kepada Tuhannya. Rasulullah sendiri bersabda bahwa Allah mencintai hamba yang terus meminta kepada-Nya.

Karena itu, hendaknya seorang mukmin memperbanyak doa dengan penuh keyakinan, disertai keikhlasan, kerendahan hati, dan harapan yang besar kepada Allah. Bisa jadi satu doa yang keluar dari hati yang tulus akan menjadi sebab turunnya rahmat, diampuninya dosa, dan terbukanya pintu kebaikan di dunia dan akhirat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa berdoa, dikabulkan permohonannya, dan dilimpahi rahmat serta keberkahan. RA(*)