Ramadhan: Musim Jihad dan Kemenangan

Posted on 10 March 2026



Puasa bulan Ramadhan diwajibkan atas kaum Muslimin sebelum kewajiban jihad. Hal ini bukanlah tanpa hikmah. Justru puasa merupakan persiapan dan latihan bagi jiwa, agar terbiasa sabar, teguh, dan waspada. Puasa melatih jiwa untuk mampu menanggung beban, mempersiapkan diri, menyucikan hati, melepaskan diri dari akhlak yang buruk, serta menghiasi diri dengan akhlak yang mulia.

Puasa juga merupakan perjuangan melawan diri sendiri. Ia adalah bagian dari jihad. Dalam puasa, seseorang dilatih untuk menentang keinginan nafsunya, menahan syahwatnya, serta meninggalkan berbagai kenikmatan yang biasa ia nikmati. Ia belajar mengendalikan dirinya, menguasai nafsunya, dan mengalahkan godaan setan.

Karena itu, jika ada seseorang yang mencacinya, memakinya, atau mengajaknya bertengkar, maka hendaklah ia berkata:

“Sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku sedang berpuasa.”

Sebab, orang yang tidak mampu berjihad melawan dirinya sendiri, hampir mustahil ia mampu berjihad melawan musuhnya. Dan orang yang tidak mampu mengalahkan hawa nafsunya, sangat jauh kemungkinan ia dapat mengalahkan musuhnya.

Demikian pula, orang yang tidak sanggup menahan lapar dan dahaga selama satu hari, bagaimana mungkin ia mampu bersabar meninggalkan keluarga dan tanah air demi sebuah tujuan yang mulia dan cita-cita yang luhur?

Hakikat puasa bukanlah kelemahan dan kemalasan. Semboyan puasa adalah semangat, gairah, dan kerja keras, bukan kelesuan, lari dari tanggung jawab, kelemahan, ataupun kemalasan.

Karena itu, tidak pantas seorang Muslim mengatakan bahwa puasa menghambat pekerjaan atau memperlambat kemajuan masyarakat. Jalan hidup Islam sudah jelas: jalan perjuangan dan kesungguhan. Seorang Muslim harus tetap aktif berinteraksi dengan realitas kehidupan, mampu menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan, serta tidak membiarkan kewajiban agama menghalanginya dari kewajiban hidup dan tanggung jawab sosialnya.

Tekad dan semangatnya tidak boleh dilemahkan oleh godaan dunia, kenikmatan makanan, maupun minuman. Sebab agama Allah dan syariat-Nya adalah agama yang mudah, bukan agama yang penuh kesulitan dan memberatkan.

Oleh karena itu, syariat juga memberikan keringanan: berbuka puasa diperbolehkan, bahkan bisa menjadi kewajiban, ketika seseorang sedang dalam perjalanan atau berada di medan perang. Dalam peristiwa penaklukan Makkah, Nabi bahkan menyatakan bahwa orang-orang yang tetap berpuasa saat itu termasuk orang yang terlalu memaksakan diri, sedangkan mereka yang berbuka ketika berjihad justru memperoleh pahala yang besar dan ganjaran yang agung. Bahkan dalam suatu riwayat Nabi berbuka pada saat itu.

Jika kita menelusuri lembaran sejarah Islam, kita akan menemukan bahwa banyak kemenangan dan penaklukan besar terjadi pada bulan Ramadhan. Bahkan peperangan-peperangan yang mengubah arah perjalanan sejarah Islam dan mengangkat panji-panji kejayaannya sering kali terjadi pada bulan yang mulia ini.

Karena itu, wahai saudaraku Muslim, pahamilah dengan baik bahwa bulan Ramadhan adalah bulan perjuangan, ketekunan, solidaritas, dukungan, semangat, dan kerja keras. Ia bukanlah bulan tidur, bermalas-malasan, bermain-main, atau tenggelam dalam hiburan sebagaimana sering digambarkan oleh sebagian orang yang terpengaruh oleh media dan arus budaya yang menyesatkan.

Peristiwa-Peristiwa Penting yang Terjadi pada Bulan Ramadhan

Di antara peristiwa besar yang terjadi pada bulan Ramadhan yang penuh berkah adalah sebagai berikut:

1. Perang Badar Kubra

Perang ini dikenal sebagai “Yaumul Furqan”, yaitu hari ketika Allah memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Pada hari itu Islam memperoleh kemenangan besar. Peristiwa ini terjadi pada hari Jumat, tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriah. Dalam peperangan ini pula terbunuh Abu Jahal, yang dikenal sebagai “Fir’aun umat ini”, salah satu musuh terbesar Islam.

2. Fathu Makkah (Penaklukan Kota Makkah)

Ini merupakan kemenangan terbesar dalam sejarah Islam. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”(QS Al-Fath: 1)

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun ke-8 Hijriah. Dengan penaklukan ini, sisa-sisa penyembahan berhala berhasil diberantas dan berhala-berhala di sekitar Ka‘bah dihancurkan.

3. Penghancuran Berhala ‘Uzza

Pada lima hari terakhir Ramadhan tahun ke-8 Hijriah, Sahabat Khalid bin Walid menghancurkan bangunan tempat penyembahan berhala al-‘Uzza di daerah Nakhlah. Setelah itu Rasulullah bersabda bahwa al-‘Uzza tidak akan disembah lagi untuk selamanya.

4. Sebagian Peristiwa Perang Tabuk

Beberapa peristiwa dalam Perang Tabuk terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-9 Hijriah.

5. Kedatangan Delegasi Tsaqif

Pada Ramadhan tahun ke-9 Hijriah, datang utusan dari kabilah Tsaqif dari kota Thaif kepada Rasulullah untuk menyatakan masuk Islam. Pada masa itu pula berhala al-Lat, yang selama ini disembah oleh Bani Tsaqif, dihancurkan.

6. Penyebaran Islam di Yaman

Pada Ramadhan tahun ke-10 Hijriah, Islam mulai menyebar luas di wilayah Yaman.

7. Perang Qadisiyyah

Pada Ramadhan tahun 15 Hijriah, terjadi Perang Qadisiyyah, di mana kaum Muslimin meraih kemenangan besar atas salah satu kekaisaran terbesar saat itu, yaitu Persia. Kemenangan ini menjadi sebab runtuhnya kekuatan Majusi di negeri Persia.

8. Penaklukan Pulau Rhodes

Pada Ramadhan tahun 53 Hijriah, kaum Muslimin berhasil menaklukkan Pulau Rhodes.

9. Baiat kepada Abdullah bin Zubair

Pada Ramadhan tahun 64 Hijriah, kaum Muslimin di Makkah memberikan baiat kepemimpinan (khilafah) kepada Sahabat Abdullah bin Zubair radhiyallahu anhu.

10. Kaum Muslimin Mendarat di Andalusia

Pada Ramadhan tahun 91 Hijriah, pasukan Muslim mendarat di pantai selatan Andalusia (Spanyol) dan mulai melakukan penyerangan terhadap beberapa benteng penting.

11. Penaklukan Andalusia

Peristiwa besar Fathu Andalus terjadi pada 28 Ramadhan tahun 92 Hijriah, bertepatan dengan 19 Juli 711 M. Penaklukan ini dipimpin oleh panglima besar Thariq bin Ziyad.

Ia berhasil mengalahkan Roderick, pemimpin bangsa Goth, dalam sebuah pertempuran besar yang dikenal dengan Perang Guadalete. Setelah menguasai Selat Gibraltar (Jabal Thariq), ia membakar kapal-kapalnya dan mengucapkan kata-kata yang terkenal kepada pasukannya:

“Laut berada di belakang kalian, dan musuh berada di depan kalian.”

Setelah kemenangan itu, kota-kota besar Andalusia seperti Cordoba, Granada, dan Toledo yang saat itu menjadi ibu kota politik Andalusia berhasil ditaklukkan.

12. Munculnya Dakwah Bani Abbas

Pada Ramadhan tahun 129 Hijriah, mulai muncul gerakan dakwah untuk Bani Abbas di wilayah Khurasan, yang kelak menjadi awal berdirinya kekuasaan mereka.

13. Runtuhnya Dinasti Umayyah dan Berdirinya Dinasti Abbasiyah

Pada Ramadhan tahun 132 Hijriah, Daulah Umayyah runtuh dan digantikan oleh Daulah Abbasiyah, yang kemudian menjadi salah satu kekhalifahan besar dalam sejarah Islam.

14. Pendirian Kota Candia di Pulau Kreta

Pada Ramadhan tahun 217 Hijriah, kaum Muslimin mendirikan kota Candia di Pulau Kreta, yang menjadi pusat penting bagi kaum Muslimin di kawasan tersebut.

15. Mesir Memisahkan Diri dari Kekuasaan Abbasiyah

Pada Ramadhan tahun 254 Hijriah, Mesir memisahkan diri dari kekuasaan Abbasiyah di bawah kepemimpinan Ahmad bin Tulun, yang kemudian mendirikan pemerintahan sendiri di sana.

16. Pembangunan Masjid Al-Azhar

Pada Ramadhan tahun 361 Hijriah, dibangun Masjid Al-Azhar di Kairo, yang kelak menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan Islam terbesar di dunia.

17. Penguasaan Kairo oleh Al-Mu‘izz Lidinillah

Pada Ramadhan tahun 362 Hijriah, Al-Mu‘izz Lidinillah al-Ubaidi berhasil menguasai kota Kairo, sehingga kota itu menjadi pusat kekuasaan pemerintahannya.

18. Pertempuran Az-Zallaqah (Zallaqa)

Pada pagi hari Jumat, 25 Ramadhan tahun 479 Hijriah, terjadi Pertempuran Az-Zallaqah, yang dikenal juga sebagai “Hari Arab dan Islam.”

Dalam pertempuran ini, pasukan Murabithun di Andalusia yang dipimpin oleh Yusuf bin Tasyfin berhasil meraih kemenangan besar atas pasukan Franka yang berjumlah sekitar 80.000 tentara, dipimpin oleh raja Alfonso.

19. Pengepungan Benteng Bathiniyyah di Isfahan

Pada Ramadhan tahun 500 Hijriah, Sultan Muhammad mengepung benteng kaum Bathiniyyah di kota Isfahan.

20. Serangan Shalahuddin Al-Ayyubi terhadap Tentara Salib

Pada Ramadhan tahun 584 Hijriah, Salahuddin Al-Ayyubi memulai serangannya terhadap pasukan Perang Salib dari wilayah Suriah, dengan tujuan menuju kota Safad di Palestina, dan dengan pertolongan Allah ia berhasil menguasainya.

21. Penguatan Pertahanan Baitul Maqdis

Pada Ramadhan tahun 588 Hijriah, Salahuddin bin Ayyub berangkat menuju Baitul Maqdis (Yerusalem) dan melakukan penguatan pertahanan kota tersebut serta membangun kembali tembok-temboknya.

22. Pertempuran ‘Ain Jalut

Pada hari Jumat, 15 Ramadhan tahun 658 Hijriah, terjadi Pertempuran ‘Ain Jalut, sebuah desa antara Baisan dan Nablus. Pertempuran ini dipimpin oleh Sultan Qutuz, penguasa Mamluk di Mesir. Ia menyeru dengan teriakan yang terkenal:

Wa Islamah!” (Wahai Islam!)

Dalam pertempuran itu, kaum Muslimin meraih kemenangan besar atas pasukan Mongol, Kaum mongol yang telah membantai jutaan umat Islam di Baghdad dan lainnya setelah tahun wafatnya Al Faqih al Muqoddam. Korban keganasannya lebih dari sejuta. Dikatakan ketika itu mushaf Al-Qur’an digantungkan ke leher babi, jutaan manuskrip kitab ulama dilemparkan ke sungai Dajlah sehingga air sungai itu berubah hitam atau merah karena tinta. Kaum mongol berhasil ditakukan di Bulan Ramadhan dalam peperangan yang dinamakan peperangan Ainu Jalut. Kaum mongol pun akhirnya melarikan diri dalam kekalahan besar. Setelah kemenangan ini, wilayah Mesir dan Syam kembali bersatu.

23. Penaklukan Kota Missolonghi di Yunani

Pada Ramadhan tahun 1241 Hijriah, Ibrahim Pasha berhasil menguasai kota Missolonghi di wilayah Yunani.

24. Kemerdekaan Indonesia

Salah satu peristiwa besar yang juga terjadi pada bulan Ramadhan adalah kemerdekaan Indonesia. Proklamasi kemerdekaan diumumkan pada 17 Agustus 1945 M, yang bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 Hijriah.

Pada hari itu, para pemimpin bangsa memproklamasikan kemerdekaan setelah perjuangan panjang melawan penjajahan. Teks proklamasi dibacakan oleh Soekarno didampingi oleh Mohammad Hatta di Jakarta.

Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Indonesia, karena sejak saat itu bangsa Indonesia menyatakan diri sebagai negara merdeka setelah mengalami masa penjajahan yang panjang.

Semua peristiwa ini menunjukkan satu kenyataan penting dalam sejarah Islam: Ramadhan bukanlah bulan kelemahan, tetapi bulan kekuatan; bukan bulan kemalasan, tetapi bulan perjuangan.

Di bulan inilah kaum Muslimin membersihkan jiwa dengan ibadah, sekaligus menguatkan tekad untuk menegakkan kebenaran. Karena itu, Ramadhan dalam sejarah umat ini selalu menjadi bulan kebangkitan, kemenangan, dan kemuliaan. RA(*)

*Sumber: Al-Madrasah Ar-Ramadhaniyah dengan sedikit penambahan